Malam Ini, Ketoprak Meriahkan LKS di Pati

Gugah Pelajar Cintai Seni Tradisi

629

PATI -Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng akan menggelar pentas seni ketoprak di Alun-alun Pati, Selasa (28/11) malam ini. Pergelaran seni semalam suntuk itu untuk dilakukan di sela-sela Lomba Karya Siswa (LKS) 2017 yang diikuti SMK se-Jateng, 27-29 November.

Kasi Kesenian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Budi Santoso, mengatakan, pelaksanaan LKS tahun ini meriah karena ditambah dengan hiburan rakyat.

”Pentas ketoprak ini bagian dari kegiatan LKS. Selain untuk menghibur warga Kabupaten Pati, pertunjukan seni tersebut juga akan disaksikan para pelajar. Ketoprak tersebut diperkenalkan kepada siswa untuk pembentukan karakter dan menggugah kembali agar siswa mencintai seni tradisi,”  kata Budi Santoso, kemarin.

Menurut dia, di dalam seni tradisi terkandung nilai-nilai moral yang layak dicontoh. Pentas tersebut rencananya disaksikan para pejabat Forkompinda Pati dan perwakilan pejabat dinas Pemprov Jateng. Kegiatan LKS merupakan kerja sama provinsi dengan Dinas Pendidikan Pati.
LKS 2017 digelar di sejumlah SMK di eks Karesidenan Pati, yakni di Pati, Kudus, Jepara, dan Rembang. Sejumlah bidang lomba yakni Teknologi dan Industri, Teknologi dan Informasi, Pariwisata, Bisnis Manajemen dan Pekerjaan Sosial, Pertanian Perikanan dan Kelautan, Kriya Seni dan Kesehatan, serta Eksibisi. ”Ada lebih dari 56 mata lomba yang diikuti siswa SMK se-Jateng. Tahun ini ada tambahan pentas ketoprak oleh Dinas P dan K Jateng,” jelas Humas SMK Tunas Harapan Pati, Joko Suranto.

Dalam kegiatan tersebut, akan tampil kelompok seni Ngesti Tunggal dari Banyubiru, Kabupaten Semarang.

Ketua Ngesti Tunggal, Parno Bendol, mengatakan, dalam pentas itu, dia bersama pemain akan menampilkan sebuah cerita sejarah Kadipaten Pati dengan lakon ”Pak Kromo Mantu Sabuk Janur”. Dalam lakon tersebut, lanjut Parno Bendol, zaman dahulu di Kadipaten Pati terjadi kerusuhan.
”Ada berandal-berandal yang mengganggu keamanan dan mereka mencuri pusaka kadipaten. Lalu diadakan sayembara, barang siapa yang bisa menangkap berandal tersebut akan diangkat menjadi senopati,” ucap Bendol. Sebagaimana layaknya ketoprak, pihaknya akan menampilkan hiburan lawakan segar dan aksi pertarungan. (*/aro)