Laboratorium Tembakau Pertama di Indonesia

620
BARU: Bupati Temanggung Bambang Sukarno berbincang dengan petugas Laboratorium Tembakau, Senin (27/11). (Ahsan fauzi/radar kedu)
BARU: Bupati Temanggung Bambang Sukarno berbincang dengan petugas Laboratorium Tembakau, Senin (27/11). (Ahsan fauzi/radar kedu)

TEMANGGUNG-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung kini memiliki Gedung Laboratorium Tembakau. Laboratorium yang berada di komplek studio Temanggung TV di Jalan Lingkar Maron Temanggung diresmikan Bupati Temanggung Bambang Sukarno, Senin (27/11).

Bambang mengatakan, Temanggung merupakan satu-satu-nya kabupaten di Indonesia yang memiliki Laboratorium Tembakau. Laboratorium tersebut akan digunakan untuk meneliti apa saja yang bisa mendatangkan kemaslahatan masyarakat, seperti tembakau sebagai komoditas unggulan.

Selain meniliti tembakau, juga bisa meneliti hasil pertanian atau perkebunan lain, seperti bawang putih, panili, cabai dan lainnya. “Saya ingin di Temanggung ini segalanya pakai riset yang berawal dari sebuah gagasan atau ide dari siapapun termasuk anak-anak sekolah. Terkait penelitian, kita juga menggandeng LIPI, UGM, UII, BPPT, Kementerian Pendidikan,” ucap Bambang usai meresmikan.

Kepala UPT Laboratorium Terpadu Kabupaten Temangung Woro Pratiwi Setiorini menuturkan, saat ini ada 7 laboratorium di tempat tersebut. Terdiri dari Laboratorium Kultur Jaringan, Kimia Pangan, Organolabtik, Lingkungan, Tanah, Hama Penyakit dan Lingkup Pekerjaan Umum. Belum semua alat yang diperlukan untuk penelitian terpenuhi sehingga nantinya akan ada pengadaan secara bertahap.

“Kami bertahap untuk melengkapi alat laboratorium kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Untuk 2018 sudah dianggarkan dana Rp 1,2 miliar untuk alat dan operasional. Prioritas tahun 2017 ini kita pada kultur jaringan lalu 2018 kimia pangan dan lab konstruksi,” katanya.

Sementara Kepala Bappeda Kabupaten Temanggung Bambang Dewantoro mengatakan, biaya pembangunan gedung tersebut sebesar Rp 8,9 miliar. “Dalam Perdanya, Laboratorium Tembakau itu disebut Laboratorium Terpadu untuk keperluan riset teknologi hasil pertanian,” kata Bambang Dewantoro. (san/ton)