HAUL AKBAR: Warga Desa Gogodalem, sejumlah tokoh masyarakat saat mengikuti haul akbar yang dilaksanakan menjelang bulan Ramadan. (IST)
HAUL AKBAR: Warga Desa Gogodalem, sejumlah tokoh masyarakat saat mengikuti haul akbar yang dilaksanakan menjelang bulan Ramadan. (IST)

BRINGIN – Desa Gogodalem sangat menghormati tradisi serta sesepuh Desa setempat. Di Desa ini, terdapat makam mbah wali Nitinegoro atau lebih dikenal dengan makam Sentono yang terus diperhatikan oleh Pemerintah Desa bersama dengan seluruh warga masyarkat.

”Selain makam, ada juga Masjid tertua peninggalan mbah wali ini. Di sana terdapat Alquran Blawong, Alquran besar tulisan tangan yang selalu dibuka setahun sekali untuk dibaca secara bersama-sama,” ujar Pitoyo perangkat desa Gogodalem saat menemui Jawa Pos Radar Semarang di kantor Kepala Desa.

Sekdes: Muhamad Maftukhin. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sekdes: Muhamad Maftukhin. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Dikatakan olehnya, Alquran ini ditulis oleh Mbah Jamaludin, juga merupakan wali yang makamnya berada di sebelah utara makam mbah wali Nitinegoro. Makam para wali ini, kata Pitoyo, sering dikunjungi oleh para peziarah, baik dari dalam maupun luar kota. Oleh pemerintah desa, sudah dibuatkan papan petunjuk untuk memudahkan para peziarah menuju ke sesepuh Desa ini.

Sebagai penghormatan, selain haul akbar yang selalu dilaksanakan setiap tahunnya, pemeritnah desa juga selalu memperkenalkan tentang cikal bakal Desa ini kepada warga masyarakat, terutama generasi muda agar tidak pernah melupakannya.

”Karena memang cikal bakal orang sini, ini sebagai bentuk bakti kami kepada pendahulu. Kepada genearasi muda, kita selalu kenalkan tentang sejarah ini. Di dusun Kauman terutama, selalu membuat selayang pandang dalam bentuk buku kecil untuk dijual pas ada haul akbar itu,” kata dia.

Ke depan, kegiatan haul akbar dengan mengundang sejumlah tokoh kyai, tokoh masyarakat, pejabat daerah dan masyarakat akan terus dijaga keberlangsungannya. Dengan demikian, sejarah cikal bakal Desa Gogodalem tidak akan terlupakan oleh warga masyarakat.

”Terlebih dengan bertambah kondangnya makam mbah wali ini, kita sebagai penerus berharap bisa mbangun Desa. Bersama doa dan barokah agar Desa kita bisa tambah gemah ripah loh jinawi,” kata dia.

Sementara itu Sekretaris Desa Gogodalem, Muhamad Maftukhin mengatakan, ke depan akan dilakukan pengembangan di makam ini, seperti akses menuju makam yang akan dierbaiki. Sehingga, pengunjung makam semakin banyak dan penduduk sekitar juga bisa merasakan berkahnya. (cr4/bas)