Namun setelah berjalan beberapa minggu, setiap korban meminta uang hasil penggemukan, pelaku selalu mengulur-ulur dengan berbagai alasan. Kemudian korban curiga, maka korban mengecek ke kandang yang pernah datangi dengan tersangka. Ternyata kandang dan kambing tersebut bukan milik pelaku.

Selanjutnya korban mendatangi rumah pelaku untuk menanyakan kejelasan. Pelaku mengakui dan sanggup mengganti uang korban paling lambat 31 Oktober 2017. Namun hingga tenggat waktu yang disepakati, pelaku tidak juga melunasi dan akhirnya kasus ini dilaporkan ke polisi.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan menuturkan, pelaku dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP mengenai penipuan dan atau penggelapan. Kini pelaku mendekam di sel tahanan Polres Salatiga. (sas/ton)