Bupati Mirna Tingkatkan Bantuan Guru Madin

768
HARUMKAN KENDAL: Bupati Kendal, Mirna Annisa berfoto bersama dua siswa madin yang meraih juara I pada Porsadin Tingkat Nasional di Pasuruan lalu. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARUMKAN KENDAL: Bupati Kendal, Mirna Annisa berfoto bersama dua siswa madin yang meraih juara I pada Porsadin Tingkat Nasional di Pasuruan lalu. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL- Bupati Kendal, Mirna Annisa, akan meningkatkan bantuan transport bagi guru madrasah diniyah (madin) di Kendal. Ia berharap pada 2018 nanti, bantuan transport bagi guru madin yang selama ini terkendala bisa cair.

“Kami belum tahu berapa besar bantuan yang disepakati nanti. Tapi, saya berharap bisa lebih dari satu juta. Sehingga bisa bermanfaat bagi lebih bagi guru madin yang sudah mengabdikan diri untuk mendidik generasi sekarang ini jadi generasi yang berkarakter,” ujarnya di sela gathering dengan Forum Komunikasi Diniyah dan Takmiliyah (FKDT) Kendal di Operational Room, Kantor Bupati Kendal, kemarin (27/11).

Dikatakannya, pada 2017 ini, ia menyadari bahwa memang Pemerintah Kendal belum banyak memberikan perhatian. Tapi, ia berjanji akan semaksimal mungkin memberikan perhatian lebih bagi pendidikan. “Saya mohon maaf, karena kami sedang diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait bantuan yang telah kami berikan sebelumnya,” tuturnya.

Ia membeberkan, Pemkab Kendal tidak bisa memberikan bantuan honor kepada guru madin. Sebab, oleh BPK hal itu tidak diperkenankan karena menyalahi aturan. “Namun hal itu tidak masalah, karena kami sudah mendapatkan solusi, yakni diberikan dalam bentuk bantuan kegiatan. Sehingga harus ada laporan pertanggungjawaban di masing-masing madin,” jelasnya.

Menurutnya, madin merupakan pendidikan non formal yang dirancang oleh Nahdlatul Ulama (NU) dengan sangat luar biasa. Madin menjadi tonggak awal pendidikan karakter bangsa ini.  Apalagi dengan prestasi madin Kendal yang telah meraih dua juara I tingkat nasional pada kejuaraan Pekan Olahraga dan Seni Diniyah Takmiliyah (Porsadin) yang digelar di Pasuruan, Jawa Timur, bulan lalu. “Ini menunjukkan Kendal mulai bangkit ke arah yang lebih baik,” katanya.

Dua peraih juara I itu, yakni Muhammad Muwaffaq Azman Ali dari MDA NU 12 Roudhotul Huda, Donosari, Patebon. Ia berhasil meraih juara I Musabaqoh Qiroatul Kutub (MQK) Safinatun Naja. Peraih juara I lainnya, yakni Muhammad Septian Ilan Illahi dari MDA NU 03 Al-Maarif Kembangan, Krajan Kulon, Kaliwungu. Ia menjuarai lomba Baca Pusi Islami.