Guru Zaman Now Harus Melek Teknologi

442
BALON HARAPAN: Para guru menerbangkan balon ke udara dalam penutupan upacara peringatan Hari Guru di halaman SMK Citra Medika Kota Magelang, akhir pekan lalu. (IST)
BALON HARAPAN: Para guru menerbangkan balon ke udara dalam penutupan upacara peringatan Hari Guru di halaman SMK Citra Medika Kota Magelang, akhir pekan lalu. (IST)

MAGELANG–Upacara peringatan Hari Guru di SMK Citra Medika Kota Magelang, berlangsung hikmat, menyenangkan, sekaligus mengharukan, pada  Sabtu, (25/11) pekan lalu. Para guru tidak menyangka, upacara peringatan Hari Guru yang dikemas oleh OSIS SMK Citra Medika itu memiliki banyak kejutan dari siswanya.

Kepala SMK Citra Medika Kota Magelang, Hendratno Widhiatmanto mendapat kado spesial dari siswa, berupa foto. Lalu, ada pembacaan puisi khusus untuk guru bimbingan konseling (BP). Kemudian, para guru menuliskan harapan-harapan mereka di atas kertas warna-warni, lantas diterbangkan bersama balon. Acara terakhir, saling bersalaman yang mengaduk-ngaduk emosi. Beberapa guru tampak memeluk siswanya dan meneteskan air mata. Pun, siswa mencium tangan para guru, sambil menangis. “Dari acara ini, kami sangat tahu, anak-anak sangat mencintai kami (guru, Red),” kata salah satu guru, Sri Haryani yang juga Pembina OSIS.

Kepala SMK Citra Medika Kota Magelang, Hendratno Widhiatmanto mengapresiasi kesungguhan siswanya dalam mengikuti upacara peringatan Hari Guru. Kata dia, seorang guru harus memaknainya sebagai bentuk penghormatan pengabdian guru di dunia pendidikan.

Para siswa juga memaknai Hari Guru sebagai ungkapan terima kasih atas semua pengorbanan dan dukungan yang diberikan para guru selama ini.  “Sebab, tidak ada seseorang yang hebat atau sukses tanpa jasa guru.” Karena itu, ia sangat menyayangkan masih adanya kasus-kasus kekerasan yang dilakukan seorang guru terhadap siswa. Ia berharap, kejadian kekerasan, baik yang dilakukan guru maupun siswa, tidak terjadi di sekolahnya. Ia mengimbau, guru harus yang menjadi teladan bagi siswanya.

“Kita harus mendidik dengan hati, karena ilmu mendidik itu menyenangkan. Serta harus menanamkan budi pekerti dengan revolusi mental dan  pembiasaan.”   Dirinya juga tak ingin, ada siswa yang tertekan dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dan kegiatan nonakademik lainnya.  Selain itu, para guru diminta meningkatkan kompetensinya. Para guru dituntut untuk membuat KBM menjadi lebih menarik. Juga menguasai teknologi. “Kita masukkan dunia kita ke dunia anak zaman now dengan mengerti teknologi. Dengan cara seperti itu, akan tahu dan bisa menganalisis perubahan, serta pengaruh-pengaruh negatif.” (sct/put/isk)