33 C
Semarang
Sabtu, 15 Agustus 2020

Desa Peduli Disabilitas

Desa Rembes Kecamata Bringin

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BRINGIN – Pemerintah Desa Rembes, Kecamatan Bringin, memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum difabel. Para penyandang disabilitas di desa ini, diberikan pelatihan sesuai dengan kemampuan mereka agar dapat menjalani hidup secara mandiri.

Beberapa pelatihan keterampilan yang diberikan kepada para penyandang disabilitas diantaranya membuat keset, besek, dan juga batik ciprat. Untuk yang batik ciprat, hasil kreasi penyandang disabilitas di desa ini sudah dijual ke beberapa guru yang ada di Kecamatan Bringin.

”Batik ciprat ini hasilnya juga dipamerkan di ekspo, sebagai hasil dari teman-teman penyandang disabilitas di desa ini. Tujuan kami adalah untuk mengenalkan batik ini sehingga menarik minat konsumen yang pada akhirnya produk buatan teman-teman  di sini bisa terjual,” jelas Sri Winarni Sekretaris Desa Rembes.

Sementara itu, Nani Hariyati, perangkat Desa Rembes yang sejak awal berkecimpung di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sinar Kasih yang menaungi para penyandang disabilitas ini mengatakan bahwa terdapat sejumlah program di KSM Sinar Kasih untuk para penyandang disabilitas.  Program tersebut diantaranya adalah pendampingan, pelatihan, dan pemberian ketrampilan. Tidak hanya kepada disabilitas, KSM Sinar Kasih juga memberikan pendampingan kepada para lansia.

”Latar belakangnya karena kami tidak ingin penyandang disabilitas ini dimanfaatkan keluarga untuk turun ke jalan mencari uang. Kami berikan pelatihan dan keterampilan agar mereka bisa menjadi lebih mandiri,” ujar Nani kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Bersama yang lain, Nani ingin agar penyandang disabilitas di Desa Rembes dapat menghidupi dirinya dengan kemampuan yang dimiliki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Salurkan Pinjaman Lunak Rp 2 M

SEMARANG – PT Phapros Tbk menyalurkan dana kemitraan sebesar Rp 2 miliar kepada sejumlah pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), kemarin. Penyaluran tersebut...

Sinergitas Guru dengan Siswa dalam Proses Pendidikan

DALAM proses pendidikan, hal yang sering terjadi adalah adanya kesenjangan guru dan siswa, di mana siswa merasa bahwa guru adalah sosok dengan tampilan yang...

Rp 8,8 Miliar untuk Insentif Guru TK

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Untuk menyiapkan Sumber Daya manusia (SDM) yang mumpuni di Kabupaten Pekalongan, maka harus didukung pula oleh guru yang berkualitas, khususnya untuk...

Bacaan Sastra untuk Siswa

RADARSEMARANG.COM - SEORANG rekan pernah mengeluh kepada penulis,  bahwa murid-muridnya, ia simpulkan, ‘buta’ karya sastra Indonesia. Ketika rekan saya menyebut nama-nama pengarang atau penyair yang...

Awali Summit Di Newsroom Terkeren

AKHIRNYA, hari yang paling ditunggu-tunggu Alpha Zetizen seluruh Indonesia datang juga. Ya, apalagi kalau bukan Zetizen Summit 2017. Ajang seleksi puncak National Challenge Go...

Tunjukkan Wanita Bisa Berkarya

Menjadi pimpinan sebuah perusahaan ataupun sebuah instansi bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika perusahaan tersebut dipimpin oleh wanita. Secara langsung ataupun tidak, hasil pekerjaan...