Desa Peduli Disabilitas

Desa Rembes Kecamata Bringin

358
MEMBATIK : Sejumlah penyandang disabilitas di Desa Rembes, Kecamatan Bringin, sedang membuat batik ciprat. Keterampilan ini diberikan oleh KSM Sinar Kasih untuk membuat penyandang disabilitas di Desa Rembes bisa lebih mandiri. (Ist)
MEMBATIK : Sejumlah penyandang disabilitas di Desa Rembes, Kecamatan Bringin, sedang membuat batik ciprat. Keterampilan ini diberikan oleh KSM Sinar Kasih untuk membuat penyandang disabilitas di Desa Rembes bisa lebih mandiri. (Ist)

BRINGIN – Pemerintah Desa Rembes, Kecamatan Bringin, memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum difabel. Para penyandang disabilitas di desa ini, diberikan pelatihan sesuai dengan kemampuan mereka agar dapat menjalani hidup secara mandiri.

Beberapa pelatihan keterampilan yang diberikan kepada para penyandang disabilitas diantaranya membuat keset, besek, dan juga batik ciprat. Untuk yang batik ciprat, hasil kreasi penyandang disabilitas di desa ini sudah dijual ke beberapa guru yang ada di Kecamatan Bringin.

”Batik ciprat ini hasilnya juga dipamerkan di ekspo, sebagai hasil dari teman-teman penyandang disabilitas di desa ini. Tujuan kami adalah untuk mengenalkan batik ini sehingga menarik minat konsumen yang pada akhirnya produk buatan teman-teman  di sini bisa terjual,” jelas Sri Winarni Sekretaris Desa Rembes.

Sementara itu, Nani Hariyati, perangkat Desa Rembes yang sejak awal berkecimpung di Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sinar Kasih yang menaungi para penyandang disabilitas ini mengatakan bahwa terdapat sejumlah program di KSM Sinar Kasih untuk para penyandang disabilitas.  Program tersebut diantaranya adalah pendampingan, pelatihan, dan pemberian ketrampilan. Tidak hanya kepada disabilitas, KSM Sinar Kasih juga memberikan pendampingan kepada para lansia.

”Latar belakangnya karena kami tidak ingin penyandang disabilitas ini dimanfaatkan keluarga untuk turun ke jalan mencari uang. Kami berikan pelatihan dan keterampilan agar mereka bisa menjadi lebih mandiri,” ujar Nani kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Bersama yang lain, Nani ingin agar penyandang disabilitas di Desa Rembes dapat menghidupi dirinya dengan kemampuan yang dimiliki.