33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Bausastra Jawa di Smartphone, Permudah Belajar Bahasa Jawa

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BAHASA Jawa merupakan bahasa ibu di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bahasa Jawa diyakini dapat menunjukkan jati diri seseorang. Hal tersebut dimaksudkan bahwa Bahasa Jawa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa Jawa berbeda dengan bahasa daerah lain. Bahasa Jawa memiliki tingkatan dalam berkomunikasi. Tataran bahasa atau unggah-ungguhing basa yang terlihat dalam berkomunikasi adalah kata-kata yang disusun menjadi kalimat. Kalimat tersebut disesuaikan dengan orang yang dihadapi.

Selama ini pembelajaran dan pemasyarakatan Bahasa Jawa belum maksimal. Meskipun pemerintah telah mengakui bahasa daerah. Bahkan sudah memiliki payung hukum sebagai pedoman dalam pelaksanaan pemasyarakatan Bahasa Jawa. Seiring dengan pergeseran peradaban yang berkiblat pada media digital, maka pembelajaran Bahasa Jawa harus merambah pada media yang saat ini disukai siswa.

Selain itu, masyarakat Jawa juga berkomunikasi menggunakan alat. Alat yang digunakan adalah surat. Sebuah kertas ditulis yang berisikan pesan-pesan. Kertas dimasukkan amplop dan dikirimkan lewat kantor pos. Surat tersebut akan tiba di tempat tujuan setelah beberapa hari. Pesan tidak dapat tersampaikan dengan cepat. Selain itu, balasannya juga membutuhkan waktu beberapa hari juga.

Era tahun 2000-an muncul teknologi baru yang berupa handphone (HP). Handphone bisa digunakan untuk telepon. Pesan suara dapat tersampaikan dengan cepat. Selain itu, pesan melalui tulisan dapat tersampaikan dengan cepat. Balasan dari pesan tersebut juga dapat diterimadengan cepat. Pengguna diwajibkan memiliki kartu sim handphone (sim card) yang dipasang di dalamnya.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) mengalami perkembangan yang pesat. Terutama teknologi yang dapat dirasakan pada saat ini. Gaya hidup masyarakat yang menuntut agar serba cepat dalam mendapatkan sesuatu. Contohnya masyarakat dalam berbelanja, pencarian informasi berita terkini, dan pencarian alamat suatu tempat.

Siswa mengalami kesulitan dalam pembelajaran di sekolah, khususnya mata pelajaran Bahasa Jawa. Kata-kata berbahasa Jawa dianggap asing. Hal tersebut dikarenakan siswa berkomunikasi menggunakan Bahasa Indonesia. Mereka menganggap berbahasa Indonesia lebih aman digunakan daripada menggunakan Bahasa Jawa. Perbendaharaan kata-kata  Bahasa Jawa yang kurang, sehingga siswa tidak menggunakan Bahasa Jawa untuk berkomunikasi dalam kehidupan sehari-hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Relokasi PKL Barito Terkendala Kapasitas Pasar

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Proses relokasi pedagang kaki lima (PKL) Barito di Kelurahan Karangtempel, terkendala tempat yang terbatas. Pasar klitikan di Penggaron yang selama ini...

Poros Baru Mengubah Kekuatan

RADARSEMARANG.COM - ADA yang menarik pada perhelatan Pilkada Temanggung kali ini. Poros baru justru muncul di detik-detik terakhir, sehari menjelang pendaftaran paslon ke KPU...

Hutan Wisata

RADARSEMARANG.COM - HUTAN Tinjomoyo kini ramai dikunjungi wisatawan. Pemkot Semarang telah menyulap tempat yang dulunya terkenal angker dan mangkrak tersebut menjadi lebih instagramable. Banyak...

Perketat Pengamanan Wilayah Perbatasan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah bersama TNI akan meningkatkan pengawasan dan pengamanan di wilayah perbatasan dengan Jawa Timur. Menyusul adanya aksi...

Puluhan Armada Truk Diuji Kelayakan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Puluhan armada truk anggota DPC Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Tanjung Emas dicek kelaikannya oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang, Kamis (21/12)....

Bupati Asip Desak Disparitas antar Puskesmas Dihilangkan 

KAJEN – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, meminta kepada jajaran kesehatan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat....