TEMANGGUNG—Gubernur Ganjar Pranowo berharap  tradisi minum kopi alias ngopi oleh masyarakat Jateng, terus dikembangkan agar bisa menjadi unggulan. Menurut Ganjar, ngopi menciptakan suasana sosial bertemunya orang-orang. “Kopi kemudian sebagai alat diplomasi. Ada nilai-nilai kultural dan lainnya, dan seni budaya bisa dimasukkan ke sana,” kata Ganjar usai membuka Festival Uji Cita Rasa Kopi Jateng dan Ngopi Bareng Gubernur Jateng di Kledung, Temanggung, Sabtu (25/11) lalu.

Ganjar lantas bercerita, Jawa Timur, pernah ada ekspo komoditas kopi unggulan. Ternyata, dari 10 yang menang, 8 di antaranya berasal dari Temanggung. Karena itu, lanjut Ganjar, menjadi tugas bersama untuk mengolah kopi, tidak sebatas menjual biji dan produk bubuk dalam kemasan. Tapi meningkat pada pengolahan minuman.

Dikatakan,  pangsa pasar kopi ke dunia sudah terbuka. Petani atau pedagang, bisa langsung menjual ke negara tersebut. “Ini  harus ditangkap dan dimanfaatkan petani sehingga meningkat kesejahteraanya.” Ganjar juga menyampaikan, Indonesia– khususnya Temanggung–merupakan  penghasil tembakau yang luar biasa. Frame berpikirnya, kata Gubernur Ganjar, jangan hanya bagaimana menghilangkan tembakau. “Sebab, itu karunia Illahi. Namun, bagaimana cara berdagangnya. Yakni produksi diperbanyak, kemudian pasar lelang tembakau di Bremen, Jerman, diserbu tembakau Indonesia. Maka, dunia akan tergantung dengan tembakau Indonesia.”

Pada acara tersebut, juga digelar pelatihan dan wawasan tentang kopi. Di antaranya, kebijakan, potensi, dan peluang pengembangan kopi, teknologi pengembangan mutu produk, dan penanganan pascapanen. Pelatihan digelar di Balai Desa Kledung. (san/isk)