10 Tahun Hidup Dipasung Warga

Gangguan Jiwa dan Sebatang Kara

521
MERINGKUK : Dawud, pemuda yang hidup terpasung meringkuk di salah satu ruangan gelap. (EKO FIDIYANTO/RADAR BREBES/JPG)
MERINGKUK : Dawud, pemuda yang hidup terpasung meringkuk di salah satu ruangan gelap. (EKO FIDIYANTO/RADAR BREBES/JPG)

BREBES-Sedih dan sungguh memprihatinkan. Dawud, 35, warga Desa Bulakelor, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes tak bisa merasakan nikmatnya hidup normal. Setelah diduga mengalami gangguan jiwa, Dawud menjalani hidupnya di ruang gelap. Tangan dan kakinya dipasung hingga sepuluh tahun terakhir oleh warga setempat.

Dawud adalah pemuda sebatangkara. Dia terkungkung di sebuah rumah di RT 05 RW 04 Desa Bulakelor dengan hanya beralaskan tanah. Kaki dan tangan terikat rantai kurang dari satu sentimeter yang membuatnya tak bisa banyak bergerak.

Sejumlah warga menuturkan jika sebelum mengalami gangguan jiwa, Dawud adalah pemuda yang bersahabat, periang dan banyak bergaul dengan tetangganya. Namun dia kerap mengamuk setelah mengalami masalah dalam rumah tangganya. Ia sempat menikah dengan seorang perempuan tetangga desanya.

Dawud berasal dari keluarga tidak mampu. Kedua orangtuanya telah meninggal dunia. Dawud merupakan anak dari Sumarno (almarhum) sempat mencicipi masa sekolah hingga lulus dari MTs Negeri Ketanggungan tahun 1997 silam.

Kondisi perekonomian keluarga yang juga pas-pasan, membuat upaya pengobatannya hanya bisa sampai puskesmas. Meski beberapa tetangga sering memberikan bantuan.

Marni, 45, salah seorang tetanggaya bercerita, sepuluh tahun lalu, Dawud mulai terlihat berperilaku aneh setelah melangsungkan pernikahannya dengan seorang gadis tetangga desanya. Dawud dianggap sering membahayakan orang lain dan sering merusak kaca rumah dan perabotan milik warga saat mengamuk. “Karena kelakuan semakin menjadi-jadi, sepuluh tahun lalu warga terpaksa memasungnya. Kami tidak tahu lagi harus bagaimana. Karena hidup sebatang kara, terpaksa para tetangga sepakat memasungnya. Kami takut dia terus berbuat onar,” ujar Marni yang ditemui di depan rumahnya, Sabtu (25/11).