Tak Bosan Tunggu Kejelasan Nasib

220
BELUM JELAS: Tenaga pendidik dan kependidikan di Jepara masih menunggu kepastian pengangkatan menjadi PNS belum lama ini. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)
BELUM JELAS: Tenaga pendidik dan kependidikan di Jepara masih menunggu kepastian pengangkatan menjadi PNS belum lama ini. (M. KHOIRUL ANWAR/RADAR KUDUS)

JEPARAKeluhan para tenaga pendidik dan kependidikan di Jepara seakan tak ada habisnya. Terutama yang berstatus sebagai guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap. Mereka mengeluhkan soal kesejahteraan guru yang sangat minim.

Salah satu GTT K2 dari SDN 6 Bangsri Ahmad Syarifudin Latif mengungkapkan, semua GTT/PTT masih menunggu kejelasan nasib. Hal ini terkait kesejahteraan para guru. GTT/PTT hanya memperoleh gaji dari bantuan operasional sekolah (BOS). Besarnya jauh dari kata layak. “Kebanyakan teman-teman menerima antara Rp 150 ribu sampai Rp 400 ribu,” katanya.

Latif berharap, ada perhatian lebih kepada GTT/PTT di Jepara. Meskipun saat ini sudah memperoleh honor dari pemerintah kabupaten Rp 500 ribu, dia berharap ada peningkatan. Guru yang sudah mengabdi 14 tahun ini lebih lanjut berharap adanya pengangkatan GTT/PTT menjadi PNS.

“Pemerintah pusat harus memperhitungkan tenaga honorer yang memiliki masa kerja lama. Jika ada penerimaan CPNS formasi GTT/PTT dibuka secara umum, kasihan honorer yang pengabdiannya sudah lama,” imbuhnya.

Hal yang sama disampaikan GTT SDN 4 Bulungan, Pakisaji Aminnurrohman. Menurutnya, nasib GTT/PTT baik itu K2 dan non K2 semuanya belum jelas. Tidak  ada jaminan K2 otomatis CPNS.

Untuk kasus honorer sebenarnya bukan permasalahan lokal daerah Jepara saja. Hampir di seluruh penjuru nusantara bernasib sama. Tanpa ada kejelasan yang pasti. “Tinggal bagaimana pemerintah kabupaten dapat memberikan perhatian lebih. Setidaknya kesejahteraan guru diperhatikan,” katanya.

Silakan beri komentar.