Lunturnya Sopan Santun Siswa, Salah Siapa?

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

MASYARAKAT Jawa memang memiliki adat, tradisi dan budaya yang sangat kuat. Berbagai adat dan tradisi budaya Jawa sangat kental dalam kehidupan masyarakat. Segala sesuatunya pasti dikaitkan dengan adat Jawa, khususnya. Akan tetapi, sekarang ini banyak orang yang menyatakan jika budaya Jawa telah luntur. Lunturnya budaya Jawa menurut pakar budaya memang diakibatkan oleh banyak faktor. Dengan demikian, tidak salah jika sekarang ini budaya Jawa semakin tidak dikenal, bahkan oleh suku Jawa asli. Sebuah penelitian menyebutkan jika dalam beberapa tahun ke depan, budaya Jawa mungkin bisa hilang karena sudah tidak ada yang memperdulikan.

Salah satu faktor yang menjadi penyebab lunturnya budaya Jawa adalah budaya populer. Sekarang ini semua pemuda Jawa sangat tertarik dengan budaya populer. Memang budaya populer tidak bisa dihindari. Hal ini disebabkan adanya berbagai macam media yang membuat budaya asing tersebut mudah masuk.

Sekarang ini banyak orang Jawa yang tertarik dengan budaya dari barat dan juga Korea. Pengaruh kedua budaya asing tersebut sangat kuat hingga banyak orang yang memilih untuk memberikan anaknya pelajaran bahasa asing dari pada bahasa Jawa. Dengan demikian, budaya Jawa semakin lama akan hilang.

Faktor lain yang membuat budaya Jawa menjadi luntur adalah karena arus modernitas. Sekarang ini banyak orang yang merasa modern dan membuat mereka malas untuk mengerti akan budaya Jawa. Arus modernitas membuat seseorang lebih suka dengan sesuatu yang terlihat praktis. Kita semua tahu,bahwa budaya Jawa termasuk budaya yang kompleks dan tidak simpel. Akan tetapi, dalam budaya Jawa terdapat banyak sekali makna kehidupan yang harus dipahami. Dengan hilangnya lunturnya budaya Jawa, ternyata membuat banyak orang Jawa yang kehilangan arah.

Semua faktor tersebut memang akan menjadi awal dari hilangnya budaya Jawa. Budaya Jawa yang ada sekarang ini memang tidak seperti dulu. Di mana pada masa lalu, budaya Jawa adalah salah satu budaya yang paling unggul di dunia. Hal tersebut dapat terlihat dari banyaknya peninggalan budaya Jawa yang ada sekarang ini. Dengan adanya kenyataan sekarang ini, harusnya kita semua sadar jika budaya Jawa harus terus dilestarikan agar anak cucu kita dapat mengenal budaya Jawa dengan baik.

Falsafah hidup orang Jawa yang sangat humanis misalnya, ungkapan tradisional tepa slira. Tepa slira merupakan bagian dari konsep tentang rasa dalam kehidupan orang Jawa. Yang dikategorikan rasa adalah bukan sekadar rasional, tetapi lebih dari itu, yakni yang berhubungan dengan hati.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Waspadai Kejahatan Saat Mudik

RADARSEMARANG.COM, KENDAL - Kapolres Kendal, AKBP Adiwijaya mengimbau agar warga melapor kepada Ketua RT atau aparat desa jika hendak meninggalkan rumah waktu lama termasuk...

Pemkab Gelontorkan Anggaran Lagi Rp 4,8 Miliar

BATANG-Proyek pembangunan RSUD Limpung, kembali mendapatkan kucura anggaran dari APBD Kabupaten Batang tahun 2015 sebesar Rp 4,5 miliar. Meski pada tahun 2013 dan...

Pedagang Yaik Tolak Penetapan Zonasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sosialisasi rencana relokasi pedagang Pasar Yaik Baru berjalan alot. Para pedagang menolak Dinas Perdagangan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang turut campur dalam penetapan...

Gotong Royong dengan Lelang RTLH

SEMARANG – Semangat gotong royong ditunjukkan warga Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang dalam membantu sesama. Mereka punya cara yang unik. Salah satunya dengan...

More Articles Like This

- Advertisement -