BERPRESTASI: Anita Munafia saat menerima penghargaan best delegate dalam ajang Asia Youth International, Model United Nations 2017 di Malaysia beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI)
BERPRESTASI: Anita Munafia saat menerima penghargaan best delegate dalam ajang Asia Youth International, Model United Nations 2017 di Malaysia beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI)

Anita Munafia menjadi best delegate dalam lomba simulasi sidang PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) di Kuala Lumpur, Malaysia. Dia juara berkat menawarkan konsep baru ke IMF soal utang. Pinjaman dana dengan memperhatikan aspek nonekonomis dan nonpolitis dari negara yang bersangkutan.

FEMI NOVIYANTI, Jepara

BAHASA Inggris perempuan satu ini cukup lihai. Dia mampu berbicara dengan orang asing menggunakan bahasa internasional tersebut. Tak hanya bicara, debat juga dilakoni Anita Munafia.

Hal itu ditunjukkannya saat mengikuti simulasi sidang PBB di Kuala Lumpur, Malaysia, belum lama ini. Dia menjadi satu dari tiga delegasi dari Indonesia di ajang tersebut. Hasilnya, Anita – sapaan akrabnya – berhasil menyandang gelar best delegate dalam lomba simulasi sidang PBB yang dinamakan Asia Youth International, Model United Nations 2017.

Dara kelahiran Jepara, 20 Januari 1997 ini menceritakan, Asia Youth International, Model United Nations 2017 merupakan kegiatan cerminan sidang PBB. Pesertanya dari perwakilan berbagai negara. ”Simulasi ini dilombakan,” ujar Anita.

Putri Arif Darmawan dan Titin Sutini ini menyatakan, di ajang itu ada 48 negara yang ikut serta. Dari jumlah itu, total pesertanya mencapai 780 orang. ”Ada peserta dari Inggris, Mesir, Afrika Selatan, Mexico dan negara-negara lainnya,” ungkapnya.

Dia sendiri menjadi perwakilan dari UGM bersama tiga teman lainnya. Dia dinyatakan bisa ambil bagian setelah melakukan pendaftaran mandiri kemudian mengikuti seleksi administrasi dan seleksi essay dari penyelenggara.