Harus Tunda Pesta

351
SEDIH DAN GEMBIRA: Pemain PSIS Haudi Abdillah terduduk lesu coba dihibur temannya, Rio Saputra, setelah timnya kalah 0-2 dari PSMS Medan dalam laga semifinal Liga 2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (25/1) tadi malam. Sebaliknya, dua pemain PSMS Medan meluapkan kegembiraannya karena timnya lolos babak final, sekaligus lolos ke kompetisi Liga 1 musim depan. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEDIH DAN GEMBIRA: Pemain PSIS Haudi Abdillah terduduk lesu coba dihibur temannya, Rio Saputra, setelah timnya kalah 0-2 dari PSMS Medan dalam laga semifinal Liga 2 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (25/1) tadi malam. Sebaliknya, dua pemain PSMS Medan meluapkan kegembiraannya karena timnya lolos babak final, sekaligus lolos ke kompetisi Liga 1 musim depan. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BANDUNG PSIS harus menunda kepastian lolos ke kompetisi kasta tertinggi musim depan setelah kalah 2-0 atas PSMS pada babak semifinal Liga 2 yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) tadi malam (25/11). Dua gol PSMS lahir melalui gol Frets Listanto Butuan (113′) dan Dimas Drajad (118′) di masa tambahan waktu 2×15 menit babak kedua.

Atas hasil tersebut, PSMS Medan memastikan diri melaju ke final melawan Persebaya Surabaya yang sebelumnya berhasil menang 3-1 atas Martapura FC pada babak semifinal. Kedua tim finalis juga otomatis memastikan dua tiket lolos ke kompetisi kasta tertinggi, Liga 1 musim depan.

PSIS sebenarnya belum habis. Haudi Abdillah dkk masih memiliki kesempatan untuk lolos ke Liga 1 asalkan berhasil menang atas Martapura FC pada perebutan juara ketiga sekaligus perebutan satu tiket terakhir ke Liga 1 pada 28 November 2017 mendatang.

Duel sengit terjadi di babak semifinal kedua antara PSIS versus PSMS tadi malam. Sejak babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan. PSIS sedikit tampil beda dengan menurunkan winger Andrid Wibawa.

PSMS juga bukan tanpa peluang. Ketakutan head coah PSIS, Subangkit atas kuartet lini depan PSMS, yakni Elthon Maran, Frets Listanto, Suhandi dan Made Wirahadi benar terjadi. Beruntung selama babak pertama belum ada gol yang tercipta, sehingga kedudukan 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Di babak kedua, Subangkit sedikit mengubah skema bermain tim berjuluk Mahesa Jenar. Pelatih asal Pasuruan itu menginstruksikan kepada Haudi Abdillah dkk untuk lebih bermain menekan.