BERI MOTIVASI: Para Legenda dan pelatih PB Djarum saat memberi materi Djarum Coaching Clinic kepada atlit muda di GOR Wisanggeni, kemarin. (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI MOTIVASI: Para Legenda dan pelatih PB Djarum saat memberi materi Djarum Coaching Clinic kepada atlit muda di GOR Wisanggeni, kemarin. (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

TEGAL – Sepinya wilayah Kota/Kabupaten Tegal dari ajang bulutangkis, mengundang perhatian Bakti Olahraga Djarum Foundation untuk menggairahkan kembali melalui program Djarum Coaching Clinic 2017 dan Mabar (Main Bareng), yang digelar Jumat – Sabtu, 24-25 November 2017, di GOR Wisanggeni, Kota Tegal.

Kegiatan ini melibatkan para pelatih dan Legenda PB Djarum, antara lain Christian Hadinata, Lius Pongoh, Sigit Budiarto, Tri Kusharjanto, Rendra Wijaya, Simon Santoso, Meiliana Jauhari,  Simbarsono, Ronald Sanduan, Puri Setyo.

Tak kurang 250 pebulutangkis muda usia dibawah 14 tahun dari Tegal, Brebes dan Slawi (Bergas), serta pelatih dari klub, mengikuti pelatihan tersebut. Coaching clinic itu sendiri mengajarkan berbagai teknik dan cara bermain dan kepelatihan yang benar.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menguraikan, event ini untuk menggairahkan bulu tangkis di Tegal yang lima tahun terakhir pasif dari kejuaraan. Diharapkan, menjadi pendorong organisasi bulu tangkis setempat kembali aktif melakukan pembinaan, serta atlit bulu tangkis muda akan termotivasi.

“Dulu di Kota Tegal pernah melahirkan pebulu tangkis hebat Simon Santoso dan Kartono. Ada beberapa potensi yang muncul tapi tidak banyak. Harapan kami, setelah ini bibit pebulutangkis handal akan banyak muncul lagi. Tegal ini kan juga terkenal penghasil shuttle cock lho,” ungkapnya.

Legenda PB Djarum Christian Hadinata, mengungkap, kemampuan dan prestasi adalah hasil pelatihan dan pembinaan yang terus menerus. Hal ini, tentunya juga atas dukungan dari berbagai fihak. “Pertandingan akan mengukur kemampuan atlit karena itu, tidak boleh terputus,” terangnya. (fiq/bas)