Bahasa Jawa Tanamkan Kesantunan pada Siswa

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

BAHASA adalah identitas suatu budaya. Dalam bahasa itu terkandung muatan budaya penuturnya, termasuk nilai moral dan etika. Bahasa juga  sebagai sarana mengekspresikan budaya. Bahasa juga merupakan cerminan budaya pemakainya. Pepatah “ajining dhiri dumunung ana ing lathi“ menunjukkan bahwa bahasa merupakan cerminan jati diri seseorang.

Tinggi –rendahnya peradaban seseorang tercermin dalam apa yang keluar dari mulutnya. Halus kasarnya bahasa seseorang mewujudkan kesantunan pribadinya. Bagi penutur jawa tingkat tutur bahasa yang dipilih orang Jawa mencerminkan kesantunannya.
Sejak kecil seorang anak jawa dididik oleh orang tua untuk menjadi manusia Jawa yang otentik. Manusia Jawa yang otentik adalah manusia selalu berperilaku santun terhadap orang lain. Berperilaku santun artinya berperilaku sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan konflik. Manusia Jawa yang otentik selalu menjaga tata tentrem atau keharmonisan mempunyai unggah – ungguh, tata krama.

Di lingkungan sekolah masih banyak siswa yang belum bisa berbahasa Jawa yang santun. Mereka belum bisa membedakan Bahasa Jawa yang digunakan dengan orang tua/orang yang lebih dewasa, dan dengan teman sebaya. Siswa berbicara keras di depan guru, sering juga memotong pembicaraan guru, mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan, dan lain sebagainya. Selain Bahasa Jawa yang dipakai itu kurang sopan, juga tingkah laku siswa yang kurang sopan, baik dengan guru maupun dengan sesama teman. Menyadari akan hal tersebut, guru bahasa Jawa tergugah hatinya untuk menjadikan siswa bisa berbahasa Jawa yang santun kepada lawan tutur, dan bertingkah laku sopan kepada semua orang, dan mengetahui tingkat tutur Bahasa Jawa yang ada.

Konsep unggah – ungguh atau kesantunan berbahasa dalam kaitan dengan tulisan ini di identikkan dengan penerapan tingkat tutur bahasa Jawa, Krama dan Ngoko. Tingkat Krama mencerminkan tingkatan halus, tingkatan Ngoko mencerminkan kenetralan, dan Krama serta Ngoko, masing – masing menunjukkan sifat yang berbeda dari yang sangat halus hingga yang kasar.

Selain kosa kata, penanda ragam yang lain, yakni penggunaan sapaan Krama dan Ngoko yang juga diaktualisasikan dalam bentuk prefiks honorifik proklitik (pendahulu verba) sebagai penciri verba persona pasif dan transhierarki-nya, dan enklitik (mengikuti nomina) penunjuk milik atau kata ganti milik.

Kombinasi antara ragam kosakata, sapaan, dan klitika tersebut membentuk tingkat tutur/ unggah-ungguh yang berbeda-beda. Semakin halus ragam yang digunakan semakin halus dan hormat pada pertuturan bahasa Jawa yang ada.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Luncurkan Visit Batang Year, Perkuat Pariwisata

BATANG-Bupati Batang Wihaji berupaya menarik sebanyak-banyaknya wisata datang ke Kabupaten Batang. Dengan meluncurkan Visit Batang Year 2022 serta melakukan launching program Pembukaan Batang Expo...

Tombo Ati Meriahkan HUT Pekalongan

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN–Pentas seni religi, tausyiah budaya dan baca puisi yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, berhasil menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pekalongan ke-112...

Generasi Millennial Harus Melek Politik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Generasi millennial adalah generasi yang kelak akan memimpin, baik di level daerah maupun negara, karena itu penting bagi millennial untuk melek...

Pendamping Eks PNPM Bisa Bantu ADD

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov Jateng memperhatikan nasib para pendamping desa eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri. Perannya sebagai pendamping desa bisa...

More Articles Like This

- Advertisement -