Promosi Desa Wisata Harus Melek Medsos

421
FESTIVAL DESA WISATA: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau stan-stan pada Festival Desa Wisata di Anggrung Gondok di Desa Reco, Kertek, Wonosobo. (IST)
FESTIVAL DESA WISATA: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau stan-stan pada Festival Desa Wisata di Anggrung Gondok di Desa Reco, Kertek, Wonosobo. (IST)

WONOSOBO—Anggrung Gondok, Desa Reco, Kecamatan Kertek, resmi dibuka oleh Gubernur  Ganjar Pranowo, pada Jumat (24/11) kemarin. Kegiatan diisi dengan festival yang diikuti 22 desa se-Kabupaten Wonosobo. Juga beragam kegiatan seni dan budaya. Gubernur Ganjar berharap, semua pihak bergerak untuk bersama-sama membangun sektor pariwisata di setiap desa.

“Ambil contoh Desa Ponggok, Klaten, yang kini telah mampu menghasilkan pendapatan dari sektor pariwisata desa hingga mencapai Rp 10,2 miliar   per tahun,” ungkap Ganjar di depan peserta diskusi kepariswisataan lintas sektor yang hadir di Anggrung Gondok.  Keberhasilanan Ponggok dalam mengoptimalkan potensi wisata desa, diakui Ganjar, kini merangsang banyak  desa di Jawa Tengah untuk berbenah, demi menarik perhatian wisatawan.

Kunci  sukses Desa Ponggok dan sejumlah desa lain dalam mengoptimalkan potensi pariwisata mereka, lanjut Ganjar, tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan teknologi informasi dan telekomunikasi. Sebagian besar wisatawan, lebih banyak mengakses internet melalui medsos untuk mengetahui destinasi pariwisata yang mereka ingin kunjungi.  “Inilah yang mestinya ditangkap sebagai peluang oleh pihak desa yang merasa memiliki potensi pariwisata dan ingin maju,” tegas Ganjar.

Selain lebih murah, promosi wisata melalui medsos  memiliki daya jangkau yang jauh lebih luas. Karena itulah, Ganjar meminta para pengelola wisata desa  secepatnya membuat akun di media sosial untuk memperkenalkan potensi desa mereka.  “Satu desa, saya minta untuk membuat minimal satu akun media social, sehingga memudahkan untuk promosi.”

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, One Andang Wardoyo mengatakan, selain untuk mengenalkan Wonosobo ke lingkup yang lebih luas, festival desa wisata digelar sebagai wahana edukasi bagi para pengelola desa wisata. Tujuannya, agar kelak mereka mampu membenahi potensi di desa masing-masing. Termasuk, dalam hal  promosi.  (ali/isk)