PRIHATIN: Keluarga korban saat mengurus jasad Alif Feriyanto korban tertabrak KA di RSUD Sunan Kalijaga Demak. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PRIHATIN: Keluarga korban saat mengurus jasad Alif Feriyanto korban tertabrak KA di RSUD Sunan Kalijaga Demak. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK – Seorang pemuda bernama Alif Feriyanto, 18, diketahui tewas tertabrak kereta api (KA). Tepatnya diperlintasan rel double track tanpa palang pintu di Desa Brambang, Kecamatan Karangawen.

Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan melalui Kabagops Kompol Sutomo mengatajan, kejadian bermula ketika korban berjalan melintas dibelakang pos penjagaan didekat rel KA tersebut. Dalam waktu bersamaan muncul dari arah Semarang (barat) KA Gumarang dengan nomor lambung 178.

Melihat ada KA tersebut, warga sekitar yang melihat korban sedang berjalan diatas rel agar segera menghindar dari tempatnya berpijak. Namun korban tidak menghiraukan teriakan warga tersebut.

Akibatnya, korban tertabrak KA dengan kondisi mengenaskan.”Saat jasad korban ditemukan, petugas sempat kesulitan mengidentifikasi. Sebab dilokasi tidak ditemukan kartu identitasnya,” ujarnya.

Korban memiliki ciri-ciri, pakai baju kotak-kotak. Kemudian mengenakan celana jeans dan tinggi sekitar 160 cm dengan rambut pendek serta perawakan agak gemuk. Polisi lalu mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke puskesmas Karangawen serta dipindahkan ke RSUD Sunan Kalijaga.

Dalam perkembangannya, identitas korban akhirnya terungkap. Ini setelah datang seorang ibu bernana Siti Zumaroh, 41, warga Dukuh Karangpancing RT 2 RW 10 Desa Rejosari Kecamatan Karangawen. Ia datang ke RS dengan diantar RW setempat. “Ibu Zumaroh saat datang di Polsek Karangawen menanyakan laka kereta yang menewaskan seorang pemuda. Ia bilang anaknya Alif Feriyanto juga belum pulang kerumah. Ibu Siti curiga jika korban itu anaknya. Untuk memastikan kita beritahu ciri ciri korban,” katanya.