Ibu Rumah Tangga Selundupkan Sabu di PN

383
GELAR PERKARA : Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji menunjukkan tersanga Sri Cahyani dan barang bukti saat gelar perkara kasus penyelundupan sabu di Mapolrestabes, Jumat (24/11) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GELAR PERKARA : Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji menunjukkan tersanga Sri Cahyani dan barang bukti saat gelar perkara kasus penyelundupan sabu di Mapolrestabes, Jumat (24/11) kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Seorang ibu rumah tangga tepergok sedang berusaha menyelundupkan sabu untuk terdakwa Arif Junaidi yang sedang menunggu sidang kasus narkoba di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Selasa (21/11) lalu, pukul 11.30. Modusnya, dengan memasukkan sabu tersebut ke dalam lauk makanan, berupa ikan mujaer.

Nama ibu rumah tangga tersebut adalah Sri Cahyani, 31, warga Bandarharjo, Semarang Utara. Sri datang ke PN Semarang dengan membawa bungkusan yang hendak diserahkan kepada terdakwa yang sedang menunggu sidang di dalam selnya. Sri kemudian meletakkan bungkusan yang dibawanya di depan sel tahanan PN Semarang.

“Kami mendapatkan informasi, ada yang berupaya memasukkan narkoba ke kantor pengadilan. Karena itulah, petugas melakukan pengamatan. Akhirnya diketahui, ada ibu rumah tangga berusia 31 tahun,” ungkap Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji saat gelar perkara di Mapolrestabes, Jumat (24/11) kemarin.

Tanpa menunggu lama, petugas Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Semarang yang sudah bersiaga, langsung menangkap Sri. Kemudian mengamankan dan membuka bungkusan tersebut. “Saat digeledah, ada 0,5 gram sabu yang diselipkan di mulut ikan mujaer. Dan satu lagi ada 1 gram di dalam bungkus permen,” tandasnya.

Setelah diselidiki, Sri mengakui jika memiliki hubungan dengan Arif yang telah terjalin selama 6 bulan ini. Sedangkan, Sri sendiri masih bersuami dan memiliki 3 orang anak. “Iya sama dia (Arif, red) sudah 6 bulan. Dia membantu saya, ekonomi,” ujar Sri.

Sabu yang dibawanya, tidak hanya diberikan untuk Arif. Rencananya, sabu tersebut akan dibawa Arif ke dalam Lapas Kedungpane Semarang dimana ia mendekam. Nantinya, akan diberikan ke narapidana lain bernama Kiko.

Dalam kesempatan tersebut, Sri mengaku mendapatkan sabu dari seorang napi di Lapas Kedungpane yang bernama Anang. Komunikasi dengan Anang, melalui telepon yang nantinya Sri diperintah untuk mengambil barang di lokasi yang telah ditentukan. Ia mengaku mendapat keuntungan Rp 150 ribu per gramnya.

Kini akibat perbuatannya, Sri dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 20 tahun penjara. “Jadi dia ini selain menjadi pengedar, juga menggunakan sabu,” jelas Abi.

Kasatresnarkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi menambahkan bahwa terdakwa yang hendak diberi sabu oleh Sri adalah Arif. Sedangkan Arif merupakan pengedar narkoba yang diringkus oleh petugas Satresnarkoba Polrestabes Semarang pada 27 Agustus 2017 lalu. “Arif ditangkap sekitar pukul 02.00 di Mlatiharjo Semarang dengan barang bukti 8,37 gram sabu,” imbuhnya.

Ini bukan kali pertama penggagalan penyelundupan sabu ke tahanan. Sebelumnya, modus menyelundupkan sabu sudah terjadi 7 kali selama tahun 2017 di Kota Semarang. Di antaranya terjadi 2 kali di PN, 3 kali di Lapas Kedungpane, dan di tahanan Polrestabes Semarang sebanyak 2 kali. (tsa/ida)