IAIN Wisuda 680 Mahasiswa

612
Dr Rahmad Hariyadi MPd (IAIN SALATIGA FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
Dr Rahmad Hariyadi MPd (IAIN SALATIGA FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Pagi ini, Sabtu (25/11) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga menyelenggarakan Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda VI.

Sebanyak 680 wisudawan wisudawati diwisuda oleh rektor Dr Rahmad Hariyadi MPd. Sampai dengan wisuda VI IAIN Salatiga ini, total telah mewisuda 10.719 orang.

Dalam sambutannya, Rahmad Hariyadi menyatakan, wisuda merupakan titik yang bersejarah bagi kehidupan individu setiap mahasiswa. “Pada hari ini kami serahkan kembali putra-putri Bapak/Ibu, dengan iringan doa yang tulus. Semoga mereka membawa bekal ilmu yang bermanfaat untuk menjalani kehidupan di masyarakat dan meraih keberhasilan hidup di dunia dan akhirat,” jelas Rahmad.

Lebih lanjut, ia menyampaikan beberapa pesan kepada para peserta wisuda. Pertama, teruslah belajar meningkatkan keilmuan. Kedua, jangan berpangku tangan, berjuanglah menolong agama Allah di mana pun dan dalam posisi apa pun.

“Teruslah bergerak, sebagaimana Albert Einstein menyatakan bahwa hidup bagaikan mengendarai sepeda. Untuk menjaga keseimbangan agar tak jatuh, anda mesti harus terus bergerak,” papar rektor.

Ia tidak percaya kalau seorang sarjana dari perguruan tinggi keagamaan, akan menjadi pengangguran, kecuali ia malas bekerja. Dan pesan ketiga bagi para wisudawan adalah jalinlah silaturrahim. Tentu semua sudah mengetahui bahwa silaturrahmi merupakan pembuka pintu rezeki.

Oleh karena itu, ketika sedang berusaha mencari pintu rezeki, maka perbanyaklah silaturrahmi. Sementara dalam laporannya, ketua panitia Dr Agus Waluyo MAg menuturkan, indeks prestasi tertinggi adalah 3,91  diraih oleh Danang Sigit Widianto dari Program Studi S1 Tadris Bahasa Inggris.

Sebagai peserta wisuda termuda yakni Okti Dewi Karmina yang berasal dari Program Studi D3 Perbankan Syariah berusia 20 tahun, 1 bulan, 12 hari. Dan tertua adalah Imron Rosyidi yang berasal dari program Pascasarjana Program Studi Pendidikan Agama Islam berusia 50 tahun, 1 bulan, 11 hari.

Sementara itu, kemarin pagi seluruh calon peserta wisuda mendapatkan pembekalan di kampus III IAIN. Pembekalan diisi oleh dai Fauzy Arkhan, yang juga alumni kampus tersebut.

Fauzy memapar tentang rangkaian kesuksesan dalam hidup. Dimulai dari iman diri sendiri, kekayaan, keluarga serta ibadah. Pembekalan dilakukan agar para alumni nantinya semakin mantab dalam mengarungi kehidupan nyata bermasyarakat. (sas/lis)