Ditolak di Pasar Magelang, Kini Tembus Luar Jawa

Ketika Nasrika Dewi Puspitasari Merintis  Bokubox

6268
START UP: Nasrika Dewi Puspitasari menunjukkan Bokubox karyanya. (ROSITA RAHMAWATI/JAWA POS RADAR KEDU)
START UP: Nasrika Dewi Puspitasari menunjukkan Bokubox karyanya. (ROSITA RAHMAWATI/JAWA POS RADAR KEDU)

Hal yang tampaknya sepele justru bisa menjadi peluang bisnis bagi orang-orang yang berpikir kreatif. Seperti yang dilakukan oleh Nasrika Dewi Puspitasari, 21, mahasiswa Universitas Tidar dengan Bokubox-nya. Seperti apa?

AGUS HADIANTO, ROSITA RAHMAWATI

MEMBERIKAN kado hadiah bagi sebagian orang, mungkin cukup memakai pembungkus kertas kado saja, tanpa melihat estetika keindahan. Padahal, kado yang spesial, mustinya dibungkus dengan boks yang unik dan menarik. Satu sisi, terkadang boks kado  sulit diperoleh.

Hal sepele inilah yang  diambil peluangnya oleh Nasrika Dewi Puspitasari, 21, mahasiswi asli Magelang semester 5 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Tidar.  Kini,  penjualannya mampu menembus luar Jawa. Padahal, awalnya justru pernah ditolak di hampir semua pasar tradisonal Kota Magelang.

Ditemui koran ini, sekilas tidak ada yang istimewa dari sosok Nasrika Dewi Puspitasari. Toh, mahasiswi berusia 21 tahun ini, baru saja lolos proposal Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI) yang didanai oleh Dirjen Dikti Kemenristekdikti sebesar Rp 15 juta pada Oktober lalu. Bantuan itu diperolehnya berkat bisnis online yang dijalaninya:  box kado atau Bokubox.

Dewi—sapaan intimnya–mengaku membuat box kado terinspirasi dari teman sekampusnya yang kerap berkreativitas dalam memberikan kado ulangtahun. “Dulu hanya sekadar coba-coba, membuat dari kardus bekas maupun kertas keras jenis kertas karton dan saya hias memakai pernak pernik,” ungkap gadis asli Boton Kopen, Magelang Tengah, Kota Magelang itu.

Kali pertama membuat box kado, tutur Dewi, bahan yang dipakai  kurang cocok dan menarik. Dewi akhirnya pilih menggunakan yellowboard sebagai bahannya. Bahan lainnya,  linen, jasmine, concorde, samson, art papper, serta buffalo untuk membuat papperbag-nya. “Awalnya, saya membuat sepuluh buah dan ditawarkan ke teman-teman. Harganya, cukup murah, di kisaran Rp 10.000-an. Teman-teman senang dan mau membeli,” ungkapnya.