INTENSIF: Tim PSIS Semarang menggelar latihan rutin di Lapangan Lodaya Bandung, Kamis (23/11) pagi kemarin untuk menghadapi laga semifinal versus PSMS, Sabtu (25/11) besok. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INTENSIF: Tim PSIS Semarang menggelar latihan rutin di Lapangan Lodaya Bandung, Kamis (23/11) pagi kemarin untuk menghadapi laga semifinal versus PSMS, Sabtu (25/11) besok. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BANDUNG- Babak semifinal akan menjadi babak yang cukup krusial bagi empat tim kontestan Liga 2, termasuk PSIS Semarang. Maklum saja, dengan raihan tiga poin dua tim finalis akan memastikan diri promosi ke kompetisi kasta tertinggi musim depan. Sedangkan satu tiket promosi lainnya akan diperebutkan oleh dua tim yang kalah di semifinal.

Head coach PSIS, Subangkit, terus mempersiapkan timnya untuk menghadapi babak empat besar tersebut. Pelatih asal Pasuruan itu memiliki dua kali kesempatan berlatih, yakni pada Kamis (23/11) pagi kemarin dan official training di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Jumat (24/11) pagi  ini.

Salah satu yang juga diasah oleh coach Subangkit adalah mempersiapkan algojo tendangan penalti jika memang di laga semifinal versus PSMS Medan besok tim berjuluk Mahesa Jenar ini hanya meraih hasil imbang di 2×45 menit dan 2×15 menit babak tambahan waktu.

“Apapun bisa terjadi, karena ini partai krusial yang pasti akan berlangsung cukup ketat. Makanya semua skema kami siapkan termasuk jika nantinya kami harus memainkan babak adu penalti,” beber Subangkit.

Adu tendangan penalti di babak semifinal memang bisa menjadi masalah tersendiri bagi Haudi Abdillah dkk. Maklum saja, selama babak penyisihan grup hingga delapan besar kemarin, tim Mahesa Jenar hanya sekali mendapatkan hadiah penalti, yakni di laga perdana Liga 2 versus Persipur Purwodadi.

Namun yang membuat sedikit lega, PSIS memiliki eksekutor bola mati yang cukup tangguh. Sebut saja, Taufik Hidayat, Ahmad Agung, Safrudin Tahar, M Yunus dan pemain anyar Adit Wafa memiliki kualitas tendangan bola mati yang di atas rata-rata.

“Saya kira tidak ada masalah semua pemain siap dengan skema pertandingan apapun, termasuk adu penalti. Hanya tinggal kami asah saja di dua kali latihan sebelum pertandingan ini,” sambung Subangkit.

Selain menyiapkan algojo penalti, Subangkit juga tengah menyiapkan pemain pengganti Ahmad Agung yang absen karena hukuman akumulasi kartu. Sejumlah nama seperti Ruud Gullit, Saddam Sudarma Hendra dan Adit Wafa tengah disiapkan turun sebagai starting eleven Mahesa Jenar.

“Siapa yang lebih siap yang kami turunkan. Saya kira tidak ada masalah, karena pemain seperti Ruud Gullit dan Adit Wafa juga sudah sering kami turunkan di beberapa pertandingan,” katanya. (bas/aro)