Penyandang Disabilitas Netra Belajar Baca Peta

541

TEMANGGUNG – Para penyandang disabilitas netra, penerima manfaat di Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Netra (PPSDN) “Penganthi” Temanggung mendapat pelajaran cara membaca peta bumi atau atlas taktual (raba), di ruang pertemuan panti setempat, Rabu (22/11) lalu.

Pembelajaran cara membaca atlas taktual tersebut, merupakan program Badan Informasi Geospasial (BIG) RI. Instrukturnya dari Yayasan Disabilitas Netra “Driya Manunggal” Jogjakarta.

Plt Kepala PPSDN, Sarjimo, menyampaikan, pembelajaran cara membaca atlas taktual itu sangat bermanfaat bagi para disabilitas netra. Sebab, dengan mengetahui peta itu akan menunjang mobilitas mereka ke berbagai daerah yang ada di Indonesia.

Selain itu, disabilitas netra juga akan memiliki gambaran pada pikirannya mengenai bentuk pulau-pulau atau kondisi geografis Indonesia. Sebab, selama ini mereka hanya sebatas mereka-reka bentuk pulau-pulau di Indonesia, yang diketahuinya dari informasi lisan.

“Mereka mendapat pelajaran secara lisan mengenai kondisi geografi Indonesia di kelas, namun karena disabilitas netra, tidak bisa melihat gambar bentuk dari pulau-pulau atau letak perairan di Indonesia,”ujarnya.

Kepala Bidang Atlas dan Pemetaan Sosial BIG RI, Niendyawati menuturkan, atlas taktual dibuat menggunakan kertas takosit dengan berpedoman kepada atlas untuk orang awas (normal).  Pada atlas taktual,  gambar pulau dan simbol peta dibuat cembung, serta dilengkap keterangan dengan huruf braile.

“Dengan dibuat cembung, ketika diraba bisa terasakan bentuk-bentuk dari gambar pulau-pulau itu. Sekaligus dibedakan dengan gambar perairan yang dibuat datar,”jelasnya.  Atlas taktual kali pertama dibuat BIG RI 2010, bekerja sama dengan ahli di berbagai bidang terkait, termasuk perwakilan disabilitas netra. Dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi spasial bagi para disabilitas netra, yang memiliki hak sama dengan orang normal. (lis/isk)