Grogi, Kerap Mengulang Kalimat Sama

344
PRESENTASI: Salah satu peserta mempresentasikan sinopsis secara lisan di hadapan juri pada acara Lomba Sinopsis bagi Siswa SD/MI Kota Magelang 2017 di Gedung Kyai Sepanjang, Rabu (22/11) lalu. (ATIF SOLEHUDIN/JAWA POS RADAR KEDU)
PRESENTASI: Salah satu peserta mempresentasikan sinopsis secara lisan di hadapan juri pada acara Lomba Sinopsis bagi Siswa SD/MI Kota Magelang 2017 di Gedung Kyai Sepanjang, Rabu (22/11) lalu. (ATIF SOLEHUDIN/JAWA POS RADAR KEDU)

MAGELANG– Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kota Magelang mengumumkan enam juara Lomba Sinopsis bagi Siswa SD/MI Kota Magelang  2017 yang berlangsung di Gedung Kyai Sepanjang, pada 21-23 November 2017.

Nayla Zhafira Setyawan, siswa SD Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual), berhasil menjuarai lomba tersebut. Sedangkan Fauzil Adim Mahsum dari SD Negeri Potrobangsan 1, meraih juara dua. Disusul juara tiga, Silmina Hasna Azzahra dari SD Negeri Gelangan. Lantas, juara harapan satu hingga tiga, masing-masing diraih oleh Latifa Jasmine Indraswari, SD Negeri Tidar 1; Anjumizzuhri MA, SD Negeri Rejowinangun Selatan 4; dan Gendis Ayu Kinar dari SD Negeri Rejowinangun Selatan 2. Para pemenang mendapatkan trofi, uang pembinaan, dan piagam penghargaan.

Kepala Seksi Pengembangan Disperpusip Kota Magelang, Yuli Wijayanti, mengatakan, kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai sekolah. Per sekolah hanya diperbolehkan mengirim maksimal lima delegasi.  Teknis pelaksanaan lomba, para peserta dibagi menjadi dua kelompok. Pada hari pertama dan kedua, 40 peserta tampil di depan juri. “Hari ketiga masuk babak final,” katanya yang juga Ketua Panitia Lomba Sinopsis, kemarin.

Yuli menyebut, lomba sinopsis diadakan untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan menulis siswa SD se-Kota Magelang. Sebelumnya, ia telah menggelar lomba serupa untuk tingkat SMP/MTs.   “Pendaftaran dilaksanakan secara gratis,” kata Yuli  mewakili Kepala Disperpusip Kota Magelang, Sri Rohmiati.

Para peserta harus mengikuti ketentuan lomba. Yakni, menyampaikan sinopsis secara lisan sesuai pilihan materi yang sudah ditentukan. “Materi ditentukan dengan sistem undian.” Pantauan koran ini, beberapa penampil terlihat grogi di atas panggung, sehingga kurang lancar dalam menyampaikan materinya. Kadang, juga terjadi pengulangan kalimat yang sama. Selain itu, para peserta juga kurang berekspresi.

Salah seorang pendamping peserta dari SD Negeri Wates 4, Yusuf menjelaskan, motivasi pihaknya mengikuti lomba, tak semata-mata memburu hadiah. Justru lomba dijadikan alternatif pendidikan untuk mengasah mental siswa.  (mg3/put)