KEBUMEN—Empat oknum petugas kantor Imigrasi Kelas II Cilacap dijerat pasal pemerasan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kebumen, belum lama ini.  Keempatnya ditangkap Satgas Saber Pungli, karena diduga memeras warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, Yan Mei Liang, pada 12 April 2017. Terdakwa kasus ini adalah AF, RDG, HRE, dan MW. Berkas perkara keempatnya terpisah, menjadi dua berkas.

Kasi Pidana Umum Kejari Kebumen, Muslih didampingi jaksa Arif Wibisono menyampaikan, dakwaan dibacakan oleh JPU Trimo dan Emi Nugraheni Solikhah. Sedangkan persidangan dipimpin oleh hakim Sapto Supriyono.

Informasi yang dihimpun dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Kebumen, terdakwa berdasarkan Surat Perintah Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Cilacap ditugaskan untuk memantau, mengawasi, dan melacak keberadaan WNA di Kebumen.

Nah, di daerah Alian, terdakwa menemukan korban bersama WNA lain, Along dan penerjemah Neng Sri Wahyuni. Mobil korban dihentikan terdakwa. Korban menolak turun dari mobil.  Oleh terdakwa, pintu mobil  dibuka paksa.

Terdakwa lantas menyita paspor korban. Selanjutnya, terdakwa bersama korban menuju hotel tempat menginap di Kebumen. Di hotel ini, Along, teman  Yan Mei Liang,  justru kabur. Terdakwa mengancam korban akan membakar paspor yang disita. Korban yang ketakutan, bersembunyi di tempat pijat hotel tersebut, hingga  kemudian datang sejumlah anggota Polres Kebumen. Kepada polisi, korban bercerita tentang peristiwa yang dialami.

Tak lama kemudian, terdakwa menghubungi korban, meminta bertemu di salah satu hotel di Karanganyar. Di sana, terdakwa meminta uang Rp 50 juta untuk mengurus perkara korban. Akhirnya, disepakati  hanya Rp 20 juta. Nah, pada saat akan menerima uang tersebut, terdakwa ditangkap Tim Saber Pungli Kebumen.  Atas perbuatannya, keempat petugas Imigrasi itu  didakwa pasal 368 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (jpg/isk)