BERIKAN MOTIVASI : Kades Segiri suntikkan dorongan kepada perangkat Desa agar tetap semangat dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERIKAN MOTIVASI : Kades Segiri suntikkan dorongan kepada perangkat Desa agar tetap semangat dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. (SIGIT ANDRIANTO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

PABELAN – Kepuasan masyarakat menjadi hal yang sangat diutamakan oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Segiri. Sebagai pelayan masyarakat, memberikan layanan prima menjadi sebuah kewajiban yang harus dinomorsatukan oleh sejumlah perangkat Desa.

Tidak hanya persoalan administratif saja, pelayanan lain juga diberikan pada persoalan lain setiap saat. Di tengah malam pun, ketika warga membutuhkan, Kepala Desa akan turun tangan untuk membantu keperluan warga.

”Seperti misalnya ketika ada orang yang melahirkan, atau ada yang sakit. Kami akan datang untuk membantu. Jadi tidak hanya sebatas persoalan administratif saja,” jelas Fahroji, Kades Segiri di kantornya.

Fahroji menjelaskan, dirinya bersama segenap perangkat Desa akan senang ketika warga merasa senang dan puas dengan pelayanan yang diberikan. Untuk itu, dirinya tidak pernah berhenti menyuntikkan semangat kepada segenap perangkat Desa Segiri agar terus meningkatkan kualitas pelayanan di desanya.”Harus selalu ditingkatkan pelayanan kepada warga. Harus lebih baik lah pokoknya,” kata Kades yang ramah ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Selain memberikan pelayanan maksimal, Fahroji beserta perangkat Desa Segiri sedang berupaya untuk membuat desa Segiri lebih dikenal oleh masyarakat luas. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan menggagas sebuah wisata religi di Desa ini.

Dikatakan Fahroji, di Desa ini terdapat makam Ki Ageng Wonokusumo. Makam ini sering diziarahi oleh mereka yang mengetahui sejarah tokoh ini. Oleh Pemerintah Desa, keberadaan makam ini hendak dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata religi untuk menarik pengunjung Desa.

”Selama ini memang sudah banyak yang ziarah ke makam tersebut. Selain warga Desa setempat juga ada pegunjung dari jauh-jauh. Namun sayangnya belum terkordinir, nanti ke depannya akan kami kembangkan sehingga dapat dikoordinir dengan baik,” jelas Fahroji.

Di makam ini, nantinya akan diberikan fasilitas penunjang sederhana. Fasilitas tersebut diantaranya berupa tempat wudhu, tempat untuk sholat dan fasilitas penunjang lainnya. ”Fasilitas sederhana dulu, sambil memastikan bisa atau tidak dibangun dengan anggaran APBDes. Akan kami bersihkan juga lingkungan sekitarnya. Harapan kami, dengan menjadikan wisata religi, nantinya desa ini juga bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas,” tegasnya.

Fahroji yakin akan banyak pengunjung yang datang ke wisata religi ini mengingat lokasi makam juga melewati daerah dengan pemandangan yang cukup bagus. ”Lokasinya naik ke atas. Jadi sebelum sampai ke makam memang pengunjung akan melihat pemandangan alam yang menarik,” pungkasnya. (cr4/bas)