PENGHIJAUAN : Direktur Keuangan dan Administrasi PT KJG, Sahat Simamarta, bersama masyarakat menanam mangrove di pesesir Pantai Tambakrejo Tanjung Mas Semarang. (IST)
PENGHIJAUAN : Direktur Keuangan dan Administrasi PT KJG, Sahat Simamarta, bersama masyarakat menanam mangrove di pesesir Pantai Tambakrejo Tanjung Mas Semarang. (IST)

SEMARANG-PT Kalimantan Jawa Gas (KJG) melalui program coorporate social responsibility (CSR) melakukan penanaman 10 ribu pohon mangrove di kawasan pesisir Tambakrejo, Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara. Penanaman dilakukan atas keprihatinannya pada kerusakan pantai akibat abrasi di pesisir Kota Semarang.

Direktur Keuangan dan Administrasi PT KJG, Sahat Simamarta mengatakan bahwa PT KJG menanam 10.000 pohon mangrove di Tambakrejo bekerjasama dengan Rumah Zakat dan melibatkan para petani mangrove. Program peduli lingkungan ini juga didukung oleh PT Indonesia Power, PT Gas Negara, Koramil 03 Semarang Utara dan Polsekta Semarang Utara.

“Tujuan penanaman 10.000 tanaman mangrove ini untuk mencegah instrusi air laut, erosi dan abrasi pantai yang kerap terjadi pada daerah-daerah yang berada di pesisir pantai, khususnya pesisir Tambakrejo, area sekitar area kerja PT KJG di Tanjung Emas Semarang,” katanya, usai Penanaman 10.000 Mangrove di Pesisir Tambakrejo Semarang, Rabu (23/11) kemarin.

Sebagai perusahaan joint venture dari anak perusahaan PT PGN, PT KJG, ikut terpanggil untuk mencegah terjadinya kerusakan pesisir pantai. Menurutnya, keberadaan tanaman mangrove selain dapat mencegah terjadinya abrasi, juga dapat memicu peningkatan nilai ekonomi. Dalam hal ini, tanaman mangrove akan membentuk ekosistem baru bagi munculnya habitat udang, ikan dan kepiting bakau yang akan menjadi sumber penghasilan baru masyarakat di bidang perikanan. “Kawasan bakau atau mangrove juga bisa menjadi potensi wisata yang menarik perhatian,” ungkapnya.

Dijelaskan, KJG sejak 2013 berkomitmen mendukung pemerintah dalam membangun bangsa. Tak hanya upaya penyelamatan pantai, melainkan peduli di bidang pendidikan, ekonomi dan kesehatan melalui program-program CSR yang dimilikinya.

Camat Semarang Utara, Ariceto Magno Da Silva mengaku, sangat terbantu penanaman 10.000 mangrove oleh PT KJG untuk menyelamatkan kawasan pantai Semarang. Penyelamatan pantai Semarang dari abrasi, salah satu jalannya hanya dengan menanami mangrove. “Oleh karena itu, kami masih membutuhkan perhatian dari berbagai kalangan untuk menyelamatkan pesisir,” imbuhnya.

Sementara itu, kerusakan pesisir utara Semarang sampai saat ini sudah sangat memprihatinkan. “Lokasi yang terkena abrasi semakin luas dan merugikan banyak pihak yang ada di sekitar lokasi,” tambahnya. (tya/ida)