Hamil, Minta Dispensasi Nikah

Fenomena Nikah di Bawah Umur

457

BREBES – Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Brebes terus menerima permohonan dispensasi pernikahan yang diajukan oleh pasangan di bawah umur. Selain karena faktor kultur masyarakat, nikah dini hingga berakibat pada permohonan dispensasi ini juga karena adanya pasangan yang hamil sebelum menikah.

Hingga Oktober lalu, tercatat 80 permohonan dispensasi pernikahan masuk ke PA. Hal itu diungkapkan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Tiara Brebes Aqilatul Munawaroh. “Data dari PA Kabupaten Brebes, sudah 80 permohonan dispensasi nikah,” ujarnya,  Rabu (22/10).

Permohonan yang masuk tersebut, memang karena pasangan yang masih terlalu muda, atau masih di bawah umur. Selain terbawa kultur budaya yang ada di daerah masing-masing, tidak dipungkiri pernikahan dini tersebut juga akibat “kecelakaan”. “Ya sebagian juga lantaran sudah hamil duluan, sehingga diberikan dispensasi pernikahan,” ungkapnya saat ditemui di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3KB) Pemkab Brebes.

Dia menjelaskan, kedua faktor dia atas, kultur budaya yang masih melekat dan adanya “kecelakaan” menjadi penyebab utama dispensasi pernikahan. Di mana, usia untuk perempuan yang masih 16 tahun ke bawah dan laki-laki 19 tahun ke bawah itu diwajibkan mengajukan dispensasi pernikahan ke PA. “Jadi jika ada salah seorang mempelai yang usianya masih di bawah umur yang ditentukan, maka wajib meminta dispensasi nikah di PA setempat,” jelasnya.

Aqilatul menambah, banyaknya pernikahan dini juga menjadi penyebab angka perceraian di Brebes tinggi. Di mana cerai gugat di Brebes hingga Oktober lalu jumlah rata-rata cerai gugat tiap bulannya mencapai 200 pemohon. Atau sekitar 2.807 pemohon cerai gugat. “Sedangkan untuk cerai talak di Brebes mencapai 1.010 pemohon. Di mana rata-rata perbulannya mencapai 100 pemohon,” tambahnya.

Tidak hanya itu, pernikahan dini juga menjadi salah satu penyebab Angka Kematian Ibu dan Anak (AKI dan AKB) di Brebes tinggi. Karenanya, dia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan pernikahan di bawah umur. “Berbagai upaya juga telah kita lakukan oleh kami dalam menekan angka pernikahan dini, salah satunya memberikan pemahaman kepada masyarakat,” pungkasnya.(ded/ism/jpg/zal)