2 Kampung di Wadaslintang Terisolasi

799
MEMPRIHATINKAN: Kondisi jembatan penghubung antardusun di Desa Tirip, Kecamatan Wadaslintang, mengkhawatirkan. Akses jalan utama dua dusun ini nyaris ambrol, karena pondasi jembatan terkikis. (IST)
MEMPRIHATINKAN: Kondisi jembatan penghubung antardusun di Desa Tirip, Kecamatan Wadaslintang, mengkhawatirkan. Akses jalan utama dua dusun ini nyaris ambrol, karena pondasi jembatan terkikis. (IST)

WONOSOBO–Hujan deras yang terus menggguyur wilayah Wonosobo, kembali menyebabkan bencana. Kali ini, dua dusun di Kecamatan Wadaslintang, yakni Dusun Kemutug dan Dusun Kedawung, Desa Tirip terisolasi. Pemicunya, jembatan menuju dua dusun tersebut, nyaris ambrol.

Sebelumnya,  kawasan tersebut juga terputus akses masuk ke kampung, karena rusaknya jalan akibat  banjir dan tanah longsor yang terjadi di Dusun Sipait, Desa Besuki.  Hingga kini, beberapa titik kerusakan jalan  belum diperbaiki, sehingga belum bisa dilalui kendaraan. Pun, jembatan,   masih menggunakan kayu yang ditata, sebagai jembatan darurat. Sedangkan yang lain, hanya ditutup  seadanya, dengan timbunan batu.

Terbaru, jembatan Kalimangur—akses  satu-satunya  penghubung dari Desa Tirip ke Dusun Kresek dan Kemutug—tiang penyangga jembatan ambrol terbawa arus sungai. Warga setempat waswas dengan kondisi jembatan. Slamet, 40, warga Kemutug menuturkan, kerusakan jembatan mengakibatkan aktivitas keluar masuk ke kampung tersebut saat ini lumpuh. Baik aktivitas ekonomi maupun lainnya.

“Maka, warga berinisiatif  memasang rambu tulisan seadanya, sebagai imbauan larangan melintas di jembatan tersebut.” Ahmad, 30,  warga lain mengatakan, dua dusun tersebut berharap perhatian Pemerintah Desa dan Pemkab. Warga meminta jembatan segera diperbaiki.

“Minimal motor bisa lewat. Khawatirnya kalau ada kondisi darurat dari warga, misal ada yang mau melahirkan, jadi kita bisa lewat.” (ali/isk)