EVAKUASI : Petugas Kepolisian Polres Kendal mengevakuasi jenazah Yoga Gathot Pramana. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
EVAKUASI : Petugas Kepolisian Polres Kendal mengevakuasi jenazah Yoga Gathot Pramana. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL – Seorang pegawai Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Weleri ditemukan tewas mengenaskan di bekas rumah makan Sumber Rasa yang ada di jalan raya Pantura Wonotenggang Rowosari, Selasa (21/11). Diketahui korban bernama Yoga Gathot Pramana, 26, warga Ngareanak Kecamatan Singorojo Kendal.

Menurut informasi yang dihimpun, sebelumnya korban keluar rumah pada Senin (20/11) sekitar pukul 05.45 WIB. Namun hingga siang, tak ada kabar dari korban. Istri korban sempat mengirim pesan melalui WhatsApp, namun tidak dijawab.

Keluarga korban yang merasa curiga pun mencoba melacak keberadaan Yoga, hingga akhirnya menemukan korban berada di bekas RM Sari Rasa yang sudah mangkrak. Posisi korban saat ditemukan masih mengenakan jaket dan helm di bagian dapur bekas rumah makan tersebut. Di duga korban tewas karena dibunuh lantaran ada bekas luka di kepala akibat pukulan benda tumpul. Jenazah pertama kali ditemukan oleh mertua korban, Subarso yang merupakan Kepala Satpol PP Kendal dan kakak ipar korban Arlias Bayu Suastika

“Anggota kepolisian bersama kerabat korban sempat mencari karena tak ada kabar. Selain itu nomornya juga tidak aktif,” kata Kapolres Kendal AKBP Adi Wijaya melalui Kasat Reskrim Polres Kendal AKP Aris Munanda.

Aris menjelaskan, sebelum mendapatkan laporan, warga setempat curiga dengan sebuah sepeda motor Yamaha Vixion H 6966 PU yang terparkir di depan bekas bangunan rumah makan pada Senin (20/11) malam. Mendapat laporan itu, polisi lalu mengamankan sepeda motor ke Polsek Weleri. “Laporan itu ditindaklanjuti, sepeda motor yang terparkir lalu diamankan ke Polsek Weleri,” ucapnya.

Dugaan sementara, korban merupakan korban penganiayaan. Karena dari hasil penyelidikan sementara, di kepala korban terdapat luka pukulan benda tumpul. Namun barang berhaga korban tidak ada yang hilang dan ditinggalkan oleh pelaku begitu saja. “Dugaannya korban meninggal akibat kekerasan dan dianiaya, namun kami masih pastikan penyebabnya. Selain itu juga mencari barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi,” ucapnya.

Beberapa pejabat Kabupaten Kendal dan kerabat korban tampak mendatangi ruang jenazah di RS Soewondo Kendal. “Infomasinya, keluarga tahu keberadaan korban setelah melacak dari GPS. Dari situlah keluarga mengajak anggota Polsek Rowosari keluarga mencari berdasarkan sinyal, dan korban sudah meninggal di dalam bangunan bekas rumah makan,” kata Sekretaris Satpol PP Kendal Heri Wasito.

Mantan Dandim Kendal Letkol Wiratno mengaku jika korban merupakan keponakannya. Setahu dia, korban tidak memiliki masalah apapun dengan keluarga. “Korban sering berkomunikasi dengan saya. Saya harap pelaku bisa ketemu, apalagi dari bekas luka yang ada, ada benturan benda tumpul di wajah dan kepala,” ujar perwira TNI yang sekarang berdinas di Korem Makuratama Salatiga ini.

Terpisah rekan korban, Muhamad Zaki menjelaskan, komunikasi dengan korban memang terputus sejak Senin siang. Yoga merupakan pegawai bagian pemasaran di Bank BRI Cabang Weleri. “Sejak senin kemarin tidak ada kabar, bahkan sampai sore tidak kembali ke kantor. Almarhum bekerja di bagian marketing yang setiap hari selalu berhubungan dengan nasabah,” jelasnya.

Petugas Satreskrim dan Tim Inafis Polres Kendal usai mengevakuasi dan mencari beberapa barang milik korban lantas membawa jenasah ke Rumah Sakit Soewondo Kendal yang selanjutnya diteruskan ke RS Bhayangkara Semarang untuk proses otopsi. Korban meninggalkan seorang istri bernama Arlies Zenitha Victoria yang diketahui masih hamil dua bulan. Mereka baru saja melangsungkan pernikahan pada Juli lalu. (den/ton)