Fokus Persiapan Wisata Sukorini

Desa Kemitir Kecamatan Sumowono

1218
WISATA ANDALAN: Salah satu pintu gerbang wisata alam Sukorini di Desa Kemitir. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
WISATA ANDALAN: Salah satu pintu gerbang wisata alam Sukorini di Desa Kemitir. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN – Beberapa Desa di Kabupaten Semarang saat ini tengah mempersiapkan destinasi wisata yang akan ‘dijual’ kemasyarakat luas. Seperti halnya Desa Kemitir Kecamatan Sumowono.

Desa yang terletak di ujung barat Kabupaten Semarang dan berbatasan dengan Kabupaten Temanggung itu kini tengah bersiap mengembangkan sebuah destinasi wisata. Kades Kemitir, Puji Utomo mengungkapkan kontur wilayah Desa yang berbukit merupakan sebuah keuntunga tersendiri.“Kita kan wilayahnya berbukit, dan dikaki gunung suhunya juga sejuk itu nilai plus desa kita,” kata Puji, Selasa (21/11).

KEPALA DESA KEMITIR: Puji Utomo. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KEPALA DESA KEMITIR: Puji Utomo. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Kali ini lokasi wisata yang tengah dikembangkan oleh masyarakat sekitar yaitu Taman Sukorini. Sebuah ruang publik yang berdiri diatas lahan milik Perhutani tersebut kini tengah dikelola oleh Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) setempat. Dengan sistem kongsi, Taman Sukorini dikembangkan menjadi sebuah lokasi wisata yang saat ini menjadi salahsatu tujuan anak muda.

Wisata alam tersebut tersebut menyediakan sebuah hutan pinus dengan berbagai pernak perni. Seperti halnya tempat selfie, gardu pandang dan beberapa rumah makan yang berada di luar taman. Dikatakan Puji, jumlah pengunjung di wisata alam itupun cukup banyak.Apalagi saat memasuki hari libur. Dalam sehari penjualan tiket masuk bisa mencapai angka 1000 orang. “Harga tiket sangat terjangkau,” ujarnya.

Saat ini Pemerintah Desa (Pemdes) Kemitir masih belum berbuat banyak untuk pengembangan di wisata alam itu. Dimana pengelolaannya diserahkan penuh kepada LMDH setempat. Adapun sistem kongsi dalam wisata alam tersebut 25 persen dari harga tiket untuk pihak Perhutani, dan 75 persen untuk LMDH.

Saat ini, lanjutnya, pihak LMDH masih terus melakukan pengembangan di lahan tersebut. luas lahan yang sudah dibukan untuk umum yaitu  hektar. “Ini LMDH masih melakukan pengembangan lagi seluas 5 hektare, namun belum dibuka untuk masyarakat umum,” tuturnya.

Dijelaskan Puji, wisata alam tersebut sudah dibuka sejak 6 bulan yang lalu. Dimana setiap minggunya jumlah pengunjung selalu bertambah sejak pertama kali dibuka. “Karena pengunjung bisa menyatu dengan alam dengan suhu yang sejuk untuk lelepas penat,” katanya.

Pemdes Kemitir sendiri pada 2018 mendatang akan masuk dalam pengelolaan tempat wisata tersebut. Diantaranya yaitu dengan memberikan lahan parkir untuk pengunjung. Saat ini lahan parkir masih menjadi kendala untuk tempat wisata tersebut.

“Ketika kita ikut membuka lahan parkir maka desa akan dapat pemasukan dan itu menambah Pendapatan Asli Desa (PADes) kita,” tuturnya. Desa Kemitir terdiri dari dua dusun, diantaranya Dusun Ngoho dan Dusun Kemitir Krajan dengan jumlah penduduk mencapai 1650 jiwa. (ewb/bas)