DPRD Ajukan Pakta Integritas

RPJMD Akhirnya Disetujui

91
AKHIRNYA SEPAKAT: Wali Kota Yuliyanto dan Wakil Ketua DPRD Fathur Rahman menandatangani persetujuan RPJMD dalam sidang paripurna yang dilaksanakan DPRD Salatiga, Selasa (21/11). (IST)
AKHIRNYA SEPAKAT: Wali Kota Yuliyanto dan Wakil Ketua DPRD Fathur Rahman menandatangani persetujuan RPJMD dalam sidang paripurna yang dilaksanakan DPRD Salatiga, Selasa (21/11). (IST)

SALATIGA – Drama persetujuan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Salatiga 2017 – 2022 akhirnya berakhir, Selasa (21/11). DPRD menyetujui dan menandatangani persetujuan bersama RPJMD tersebut pada sidang paripurna dengan agenda Penandatanganan Persetujuan Bersama terhadap RPJMD Kota Salatiga 2017 – 2022.

Sidang berjalan lancar setelah Wali Kota Yuliyanto menandatangani pakta integritas yang diajukan Fraksi PDIP dan anggota dewan dari PKB. Setelah disetujui, akhirnya rapat paripurna berlangsung lancar dengan dihadiri 19 dari 25 anggota dewan. Jumlah ini lebih banyak 2 orang dari syarat kuorum yakni 17 anggota dewan.

Fraksi PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Salatiga mengajukan kesepakatan dalam bentuk pakta integritas pemerintah daerah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat. Pakta Integritas tersebut berisi 14 poin. Antara lain, proses penempatan pejabat/jabatan dilakukan secara transparan dan bebas dari unsur kedekatan pribadi serta tidak terjebak pada transaksional.

Kemudian, prioritas kepada pembangunan dan penataan pasar tradisional yang merupakan tulang punggung perekonomian rakyat yang meliputi penyelesaian permasalahan pembangunan Pasar Rejosari, Pasar Jetis, Pasar Blauran dan Pasar Raya II dengan pola APBN atau APBD. Belanja tidak langsung harus lebih kecil dari belanja langsung dengan komposisi 40 banding 60 agar kepentingan pelayanan pembangunan rakyat dapat terakomodasi secara optimal.

Selain itu, jangan ada kedekatan pribadi dan transaksional dalam penempatan jabatan. Jangan ada bagi-bagi proyek dalam pembangunan fisik yang ujungnya menguntungkan oknum tertentu. Semua pakta integritas itu dibacakan ketua Fraksi PDI Perjuangan Suniprat dan diajukan kepada Wali Kota Salatiga Yuliyanto di ruang sidang paripurna.

Permintaan Fraksi PDI Perjuangan dan PKB itu langsung disetujui oleh Yuliyanto. Setelah pakta integritas ditandatangani wali kota,  anggota Fraksi PDI Perjuangan lainnya dan dua anggota PKB baru masuk ke ruang sidang. Dengan demikian anggota DPRD yang hadir memenuhi kuorum dan sidang paripurna baru bisa dilaksanakan. Selanjutnya RPJMD Kota Salatiga 2017 – 2022 akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah untuk dievaluasi.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyatakan, pihaknya sepakat dengan pakta integritas yang diajukan Fraksi PDI Perjuangan dan PKB. “Kami menyepakatinya. Karena itu juga untuk kelancaran pembangunan dan kepentingan rakyat. Menurutnya, selama ini antara eksekutif dan legislatif tidak ada masalah dan komunikasi terus berjalan baik,” ujar Yuliyanto kepada wartawan. (sas/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here