PELATIHAN : Dosen UM Magelang memberikan pelatihan kepada guru-guru SD se-Kecamatan Magelang Tengah terkait metode pembelajaran. (HUMAS UM MAGELANG)
PELATIHAN : Dosen UM Magelang memberikan pelatihan kepada guru-guru SD se-Kecamatan Magelang Tengah terkait metode pembelajaran. (HUMAS UM MAGELANG)

MAGELANG— Sebagai upaya mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya pengabdian, dosen UM Magelang melakukan kegiatan Program Kemitraan Universitas (PKU). Sasarannya kali ini adalah guru SD di Kecamatan Magelang Tengah dalam penerapan metode experiential learning pada pembelajaran kosakata bahasa Inggris.

Kegiatan tersebut diusulkan oleh dua dosen, yakni Agrissto Bintang AP, MPd, dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dan Athia Fidian, MPd, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) UM Magelang. Sebanyak 10 perwakilan guru bahasa Inggris dari SD di Kecamatan Magelang Tengah mengikuti kegiatan pelatihan ini.

Agris mengatakan, jumlah mereka dibatasi agar efektif dalam pelaksanaan kegiatan yang dibiayai oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) UM Magelang tersebut.

Agris mengatakan, kegiatan itu dilatabelakangi karena banyaknya siswa SD di Kecamatan Magelang Tengah yang masih kesulitan dalam memahami kosa kata bahasa Inggris.Menurut Agris, guru SD cenderung menggunakan teknik menghafalkan kosa kata daripada memberi pengalaman langsung kepada siswa.

“Hal tersebut berpengaruh terhadap rendahnya motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa Inggris.” ujarnya.

Guru SD di Kecamatan Magelang Tengah, lanjut Agris, juga masih terpaku pada lembar kerja siswa (LKS) dalam menyampaikan materi pembelajaran. “Guru belum memaksimalkan lingkungan dan fasilitas umum yang ada sebagai media pembelajaran. Oleh karena itu metode pembelajaran yang inovatif perlu dikembangkan. Lebih menariknya lagi, guru mengadakan field trip ke perpustakaan daerah atau ke Dinas Pertanian bersama anak-anak,” jelas Agris.

Dia menambahkan, kegiatan dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan sasaran dalam membuat serta menerapkan desain pembelajaran dengan menerapkan metode experiential learning.

“Melalui kegiatan ini, sasaran akan mampu menerapkan metode experiental learning dalam pembelajaran kosa kata Bahasa Inggris. Capaian selanjutnya akan menjadi referensi bagi pengabdian berikutnya sebagai bahan untuk mengembangkan forum kegiatan guru mata pelajaran bahasa Inggris pada tingkatan SD di Kecamatan Magelang Tengah,” harap Agris.

Pelaksanaan pengabdian masyarakat yang disosialisasikan kepada pewakilan guru bahasa Inggris meliputi brainstorming dan role model, pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan implementasi desain pembelajaran.

Model pembelajaran tersebut merupakan sebuah inovasi pembelajaran yang sedang dikembangkan guna peningkatan mutu peserta didik. Menurut dosen FKIP tersebut, keberlanjutan dari program ini sangat diharapkan untuk mengatasi masalah-masalah serupa dalam pembelajaran bahasa Inggris SD. (vie/sct/lis)