BERIKAN SANTUNAN: Kepala Desa Samban, Maduri memberikan santunan kepada sejumlah janda dan anak yatim di desanya. Santunan ini diberikan hampir setiap tahun saat bulan Suro. (IST)
BERIKAN SANTUNAN: Kepala Desa Samban, Maduri memberikan santunan kepada sejumlah janda dan anak yatim di desanya. Santunan ini diberikan hampir setiap tahun saat bulan Suro. (IST)

BERGAS – Setiap tahun Kepala Desa Samban selalu berikan santunan kepada Janda, Anak yatim dan warga yang membutuhkan di Desa Samban. Program santunan ini, diberikan dengan menggunakan dana pribadi untuk meringankan kebutuhan warga Desa.

Program santunan ini dilakukan oleh Maduri dengan memberikan sejumlah kebutuhan pokok dan bantuan berupa uang kepada sedikitnya 170an janda dan 20 anak yatim di Desa yang dipimpinnya ini. Dirinya mengatakan, program ini sudah dilakukan bahkan sebelum dirinya terpilih menjadi Kepala Desa.

Kades : Maduri. (IST)
Kades : Maduri. (IST)

”Ya saya tergerak dari hati nurani saya. Saya ingin memberikan bantuan kepada mereka. Supaya mereka juga  lebih ringan dalam menjalani kehidupannya,” ujar Maduri saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang.

Setiap tahunnya, para janda dan anak yatim ini dikumpulkan di rumah Maduri. Mereka juga dihibur dengan sejumlah hiburan seperti qasidah dan penampilan dari anak-anak Desa setempat.”Acaranya ada sambutan dari Kades, bupati atau yang mewakili, kemudian ada pengajian juga. Mereka juga dihibur dengan qasidah yang kami undang dari luar,” kata dia.

Kesejahteraan masyarakat memang menjadi tujuan utama Desa Samban. Sehingga, maduri bersama perangkat desa Samban selalu mengupayakan kesejahteraan ini untuk warga desanya. Selain dengan memberikan bantuan, salah satu upaya yang juga telah dilakukan adalah dengan membuka lapangan kerja bagi warga yang memang membutuhkan. Terlbih pada janda yang ada di Desa Samban.”Saya beri pekerjaan di tempat saya. Milih-milih kain di gudang atau pekerjaan yang bisa dilakukan oleh mereka,” jelasnya.

Maduri mengatakan bahwa program ini akan terus dijalankan agar bisa membantu warga desa Samban untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Sementara itu sekretaris desa Samban, Andri Utomo mengatakan, program ini memang sudah lama dilakukan di desa Samban. Dirinya menilai program ini sangat bermanfaat terutama membantu para janda. ”Pak Kades memberikan pekerjaan kepada mereka. Jadi memang warga Samban diperhatikan betul,” kata Andri.

Andri berharap, upaya membantu warga ini dapat terus berlangsung di tahun-tahun selanjutnya. Dirinya juga berharap agar kegiatan ini bisa semakin berkembang sehingga tidak akan ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.

Disinggung mengenai usaha warga, Andri mengatakan bahwa di Samban terkenal dengan usaha tempe dan tahu. Terdapat kurang lebih 5 rumah yang menjalankan usaha rumahan ini. Sayangnya, belum ada tanda-tanda dari pemerintah desa untuk membuat usaha ini bisa berkembang menjadi lebih besar.”Kami baru memperhatikan limbah dari usaha mereka. Karena memang ada keluhan dari warga tentang limbahnya itu,” kata Andri.

Pemerintah Desa, dikatakan Andri, dalam hal ini menjadi jembatan bagi usaha rumahan dan warga yang mengeluhkan limbah usaha tempe tahu ini. Pemerintah Desa menjadi penengah untuk mencari solusi bersama sehingga menguntungkan semua pihak.

”Kita cari solusi bersama. Sehingga usaha itu dapat berjalan tanpa menimbulkan keluhan bagi warga lain. Kalau upaya untuk mengembangkan usaha itu, sampai sekarang belum ada,” kata dia. (cr4/bas)