4 Toko Modern Akan Ditutup Paksa

186
DOKUMEN PRIBADI
DOKUMEN PRIBADI

KAJEN– Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan sudah menentukan waktu penutupan 4 toko modern berjejaring nasional yang melanggar Peraturan Daerah Kabupaten Pekalongan No 1 Tahun 2014 tentang Penataan, Pembinaan dan Pengawasan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

Surat pengosongan ke pihak manajemen toko modern berjejaring sudah dikirim. Kini tinggal waktu saja Satpol PP Kabupaten Pekalongan melakukan penyegelan. Penyegelan atau penutupan paksa terhadap empat indomaret ini akan dilakukan besok, Kamis (23/11) 2017.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Pekalongan, Edi Widiyanto, membenarkan atas keputusan pemkab untuk menutup empat toko modern yang menyalahi Perda tersebut. Empat toko itu, meliputi satu toko di Kecamatan Bojong, dan tiga toko di Kecamatan Kedungwuni.

Dijelaskan, sesuai Pasar 11 dalam Perda Kabupaten Pekalongan No 1 Tahun 2014, dijelaskan bahwa Pendirian pusat perbelanjaan dan toko modern harus memenuhi beberapa ketentuan, di antaranya minimarket harus memenuhi ketentuan mengenai jarak, minimarket berjejaring tidak diperbolehkan berjarak kurang dari 1.000 m (seribu meter) dari pasar tradisional.

“Soal jarak sudah jelas, keempat toko modern ini menyalahi Perda, karena jaraknya tidak ada 1 kilo dari pasar tradisional. Selain itu, toko modern ini juga belum mengantongi SITM (Surat Izin Toko Modern),” terang Edi.

Sebelumnya, pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan kepada managemen agar melakukan pengosongan barang-barang di dalam toko. Waktu satu minggu untuk pengosongan dirasa cukup, dan besok adalah waktu untuk penyegelan. Apabila saat hari besok masih ada aktivitas jual beli, proses penyegelan tetap berjalan dengan meminta karyawan dan pengunjung untuk keluar dari lokasi.

“Nanti pada saat penutupan, kita bacakan hak dan kewajiban mereka sebelum akhirnya kita segel. Penyegelan menggunakan gembok dan Satpol PP line. Kita juga melibatkan pihak kejaksaan, kepolisian, TNI, Camat dan kepada desa setempat,” ujarnya.

Edy mengaku, beberapa hari lalu pihak manajemen sempat mendatanginya di kantor dinas untuk meminta perpanjangan waktu. Namun, ia menegaskan, penyegelan ini merupakan keputusan mutlak dari Pemkab Pekalongan, dan sudah didasari berbagai pertimbangan yang matang. “Kita sudah beri waktu satu minggu untuk pengosongan. Besok sudah diputuskan untuk penutupan, dan sudah tidak bisa ditawar lagi,” kata dia.

Akan tetapi, lanjut Kasatpol, apabila di kemudian hari pihak toko akan mengangkut barang dari dalam, maka harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari pihak Satpol PP. “Kalau sudah disegel, tapi pihak toko mau mengambil barang-barang, kita tidak melarang. Namun, tetap harus disertai izin dari Satpol PP. Usai penutupan ini, jika masih ada pelanggaran, maka sanksinya adalah pidana,” tandas Satpol.

Penutupan toko modern ini merupakan rangkaian dari penutupan sebelumnya, yakni pada Tanggal 24 Juli 2017 lalu. Dimana pada saat itu terdapat dua toko modern yang ditutup paksa karena tidak memiliki Surat Izin Toko Modern (SITM). Bahkan mereka tidak mengindahkan teguran dari Pemkab setempat. (yan/jpg/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here