Waspadai Angin Kencang

291

TEMPEL—Angin kencang memporak-porandakan sejumlah bangunan rumah, kandang, tempat usaha, jaringan listrik, jaringan telepon, dan fasilitas umum di Kabupaten Sleman. Setidaknya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman mencatat, ada 81 titik kejadian yang diakibatkan angin kencang.

Wilayah terdampak paling banyak, berada di Kecamatan Seyegan, dengan 39 titik, disusul Kecamatan Sleman, Pakem, dan Mlati, masing-masing 9 titik kejadian.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Makwan, Senin (20/11) menyampaikan, angin kencang juga berdampak pada tumbangnya 75 pohon, 32 rumah rusak, 10 jaringan listrik rusak, dan lima jaringan telepon rusak. Kerusakan lainnya, tiga kandang, dua tempat usaha, serta satu fasilitas umum. Taksiran kerugian mencapai Rp 35,5 juta. “Angin dan longsor yang tinggi, karena potensi hujan masih tinggi,” kata Makwan.

Dikatakan, selain angin kencang, longsor masih menjadi ancaman di Kabupaten Sleman. Tercatat, pada Jumat (17/11) lalu, terjadi lima kejadian longsor. Dua kejadian di Kecamatan Cangkringan, dua di Pakem, dan satu di Depok. Di Dusun Blimbingsari, Desa Caturtunggal, kata Makwan, tebing panjang 3 meter dan tinggi 5 meter, mengalami longsor. Longsoran mengancam rumah penduduk.

Talut ambrol yang merusak kebun salak dan mengancam tiang listrik, juga terjadi Ngelosari, Purwobinangun, Pakem. Pun, di Jetisan, Hargobinangun, Pakem, talut sepanjang 12 meter, dengan tinggi 3 meter, ambrol tergerus hujan dan mengancam badan jalan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sleman Heru Saptono menjelaskan, untuk mengurangi dampak angin kencang, pihaknya melakukan pemangkasan pohon. Kata Heru, angin kencang masih mungkin terjadi di wilayah Sleman. (jpg/isk)