Ruang Kelas Ditopang Bambu

314
DITOPANG BAMBU : Sejumlah guru SD Bongkok 3 Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal mengecek kekuatan bambu yang digunakan untuk penyangga plafon ruang kelas 1 SD Bongkok 3, kemarin. (YERRY NOVEL/RADAR SLAWI)
DITOPANG BAMBU : Sejumlah guru SD Bongkok 3 Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal mengecek kekuatan bambu yang digunakan untuk penyangga plafon ruang kelas 1 SD Bongkok 3, kemarin. (YERRY NOVEL/RADAR SLAWI)

SLAWI – Dua gedung Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Tegal kondisinya sangat memprihatinkan. Kedua SD itu yakni SD Bongkok 3 Kecamatan Kramat dan SD Purwahamba 1 Kecamatan Suradadi. Sejumlah ruangan di SD tersebut, terpaksa ditopang dengan bambu karena kayu atapnya sudah rapuh dan nyaris ambruk. Kendati begitu, kedua sekolah yang berada di wilayah Pantura Kabupaten Tegal itu, masih digunakan untuk kegiatan belajar dan mengajar para siswa.

Kepala SD Bongkok 3 Hj Rokhilah didampingi guru kelas, Yanuar Kristianto menuturkan, ada dua ruang di sekolahnya yang kondisinya sangat membayakan. Dua ruang kelas 1 dan 3 itu, plafonnya ditopang dengan menggunakan bambu karena hampir roboh.

“Tidak ada pilihan lain, karena ruang kelas terbatas. Jadi, plafonnya kami sanggah dengan bambu,” tuturnya.

Tidak hanya itu, kata dia, dinding di ruang kelas 1 dan 3 juga sudah mulai mengelupas. Beberapa kayu jendela, kondisinya juga sudah rapuh. Kondisi berbahaya terjadi di penyangga teras yang sudah parah, sehingga disambung dengan bambu. Siswa dan guru kerap terganggu saat turun hujan, karena atap kelas yang menggunakan asbes, bocor. Sementara itu, jumlah siswa di SD Bongkok 3 sebanyak 136 siswa. Sedangkan, jumlah siswa kelas 1 sebanyak 26 anak, dan kelas 3 sebanyak 21 anak.

“Kalau hujan deras, kelas jadi becek. Hampir semua atap yang menggunakan asbes sudah rusak,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Tegal dari daerah pemilihan Kecamatan Warureja, Suradadi dan Kramat, Bahrun mengaku sudah menerima dan mengecek langsung kondisi SD Bongkok 3. Tidak hanya di SD Bongkok 3, kondisi yang sama juga terjadi di SD Purwahamba 1 Kecamatan Suradadi. Hampir semua ruangan di SD tersebut, sudah mengalami kerusakan.

“Banyak SD yang harus direhab dan penambahan kelas. Ini harus segera dituntaskan,” kata Bahrun yang juga Wakil Ketua Komisi IV itu.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tegal, Munif menambahkan, Pemkab Tegal setiap tahun selalu menganggarkan untuk rehab sekolah dan penambahan ruang kelas. Jumlahnya mencapai puluhan miliar tiap tahun. Namun, pihaknya belum mengetahui apakah SD tersebut tidak mengajukan atau ada persoalan pendataan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Tegal.

“Sesuai dengan RPJMD Bupati Tegal, sekolah rusak harus sudah tuntas pada tahun 2019. Ini harus menjadi catatan eksekutif,” ujarnya. (yer/jpr/zal)