Pengendara Diminta Ganti di Tempat

Razia Knalpot Racing

480
BIKIN BISING : Petugas Satlantas Polrestabes Semarang meminta para pengendara melepas knalpot brong dan menggantinya dengan knalpot standart. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BIKIN BISING : Petugas Satlantas Polrestabes Semarang meminta para pengendara melepas knalpot brong dan menggantinya dengan knalpot standart. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang, bakal menindak tegas para pengendara motor yang memakai knalpot racing. Petugas langsung meminta sang pengendara mengganti knalpot motornya dengan yang standart atau sesuai ketentuan, di tempat.

Dalam sehari razia, Sabtu (18/11) malam lalu,  Satlantas Polrestabes Semarang telah menindak 26 pengendara yang memakai knalpot racing atau brong. Razia sendiri akan dilaksanakan hingga 1 Desember 2017 mendarang.

“Kali ini kami melakukan penindakan pengunaan knalpot yang tidak standart atau tidak sesuai peruntukanya. Yaitu knalpot brong yang semakin marak di Kota Semarang,” ungkap Kanit Dikyasa Satlantas Polrestabes Semarang, AKP Ryke Rhima di Mako Patwal Simpang Lima, Senin (20/11).

Ryke menjelaska razia ini telah digencarkan sejak Sabtu (18/11) lalu. Pada kegiatan ini, setidaknya telah menjaring 26 sepeda motor berknalpot brong. “Sudah menjaring 26 motor, penindakan di Simpang Lima Sabtu (18/11) malam kemarin,” katanya.

Kendaraan berknalpot brong yang terjaring razia langsung diamankan. Pengguna juga ditilang. “Barang bukti kami sita berupa ranmor (kendaraan bermotor) ditukar STNK, mereka tetap ikut sidang,” tegasnya.

Selain itu, para pemilik atau pengguna yang terjaring razia dipanggil dan diminta mencopot knalpot brong tersebut diganti sesuai standartnya. Penggantian ini dilakukan secara langsung di Mako Patwal Satlantas Polrestabes di Simpang Lima.

“Mereka kita panggil, kita berikan pengarahan dan mengganti yang standart. Untuk yang (knalpot) brong kami sita,” tegasnya.

Ryke menambahkan, sebelumnya Satlantas Polrestabes Semarang juga telah melakukan kegiatan tematik penertiban strobo ataupun rotator kendaraan.

Sementara, Novan mengakui menggunakan knalpot brong dengan alasan hanya untuk variasi. Knalpot yang dibelinya hingga mencapai jutaan rupiah tersebut baru dipasang kurang lebih sekitar tiga minggu. “Belinya Rp 1,5 juta, ya pengen saja biar kelihatan seperti anak muda,” ujar warga Jalan Gerjaji Semarang Selatan. (mha/zal)