Oleh: Nina Susanti SPd
Oleh: Nina Susanti SPd

AKTIVITAS berbahasa Inggris melalui keterampilan berbicara masih dirasa kurang dilakukan oleh peserta didik. Tingkat kemampuan peserta didik selama ini cenderung kurang maksimal. Salah satu penyebabnya adalah kurang bervariasinya media dan metode pembelajaran di kelas. Guru cenderung melakukan proses pembelajaran konvensional.

Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan yang harus dilatih sesering mungkin dan secara terus-menerus serta diterapkan dalam kehidupan sehari–hari. Semakin sering siswa berlatih dan menggunakan Bahasa Inggris dalam kehidupan sehari–hari mereka, maka akan semakin baik kemampuan siswa dalam berbicara. Dengan pandangan yang seperti ini, maka dapat dirasakan betapa pentingnya meningkatkan keterampilan berbicara melalui media yang dekat dengan para siswa yaitu ponsel.

Salah satu fungsi ponsel atau telepon seluler adalah sebagai alat komunikasi. Kebutuhan alat komunikasi berupa ponsel, bagi siswa sudah merupakan kebutuhan yang penting jika dikaitkan dengan pemanfaatannya dalam pembelajaran di kelas. Teknologi informasi (TI) yang maju pesat sekarang ini menuntut pembelajaran memanfaatkan  fasilitas IT.  Akan tetapi, media ponsel masih jarang dimanfaatkan untuk media pembelajaran di kelas, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Inggris.

Padahal dengan mengetahui berbagai fakta dan manfaatnya, media ponsel dapat digunakan sebagai media pembelajaran untuk pembelajaran dengan pendekatan kontekstual. Penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual yang menekankan kepada kerjasama di antara peserta didik (cooperative learning) bertujuan meningkatkan prestasi belajar siswa melalui peningkatan makna materi pelajaran yang dipelajari dengan mengaitkan antara materi yang dipelajari dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari sebagai individu, keluarga, anggota masyarakat dan warga negara (Slamet, 2005).

Pendekatan kontekstual dengan media ponsel ini adalah sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa khususnya dalam pembelajaran teks bergenre deskriptif. Siswa termotivasi untuk belajar bahasa Inggris terutama dalam aspek berbicara karena memperoleh pengalaman pembelajaran yang menyenangkan dengan pendekatan kontekstual.

Guru dapat membagi kelas dalam kelompok yang masing-masing terdiri atas lima siswa atau dapat disesuaikan dengan jumlah siswa dan kondisi kelas. Paket teks deskriptif yang diberikan kepada siswa terdiri dari lima variasi teks, misalnya teks deskriptif tentang tempat wisata yang dibagikan kepada masing-masing siswa dalam tiap kelompoknya. Setiap siswa dalam setiap kelompok mendapatkan teks deskriptif yang berbeda dengan maksud untuk memberi contoh deskripsi yang bervariasi sehingga dapat memotivasi siswa untuk mempraktekkan ungkapan bertanya dan menyampaikan deskripsi.

Guru memberikan contoh dialog/percakapan yang harus dipraktikkan siswa, yang intinya untuk mengarahkan siswa dalam menyampaikan deskripsi tempat wisata yang diperolehnya. Setelah siswa menguasai konsep dialog/percakapan tersebut, siswa dapat mempraktikkan dialog/percakapan tentang tempat wisata dengan menggunakan media ponsel, yang dapat dilaksanakan di luar kelas secara berpasangan dan bergiliran sesuai arahan dan bimbingan guru.

Pembelajaran dengan menggunakan media ponsel yang dilaksanakan di luar kelas dapat menunjukkan hasil pembelajaran yang lebih baik, percakapan siswa juga akan terlihat lebih alami, siswa akan dapat melakukan dialog tanpa melihat teks, bahkan mereka dapat berimprovisasi dengan cara menyesuaikan kalimat dalam dialog/percakapan berdasarkan situasi yang mereka hadapi. Siswa merasa lebih berani, senang, bebas dan lebih lancar dalam berbicara.

Perubahan peningkatan hasil pembelajaran aspek keterampilan berbicara terlihat sangat nyata setelah dilakukan pembelajaran kontekstual. Hal tersebut disebabkan  siswa diajak untuk memasuki dunia yang nyata yang lebih dekat dengan kehidupan mereka. Selain itu, siswa  menggunakan media yang saat ini dianggap media yang paling akrab dengan para siswa. Dengan cara ini siswa akan merasa lebih mudah untuk merangkai pengetahuan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari–hari mereka.

Penggunaan media ponsel, untuk pembelajaran berbicara Bahasa Inggris berhasil. Hal tersebut dapat digunakan sebagai alternatif guru pengajar bahasa Inggris. Karena kemampuan berbicara (speaking) menjadi kemampuan berbahasa yang produktif pada peserta didik. (*/aro)

 Guru Bahasa Inggris  SMA Negeri 1 Sokaraja