Eksiskan Tradisi Baca Alquran

327
NUSANTARA MENGAJI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat memberi sambutan pada acara Nusantara mengaji di Alun Alun Kabupaten Pekalongan, Sabtu (17/11). (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
NUSANTARA MENGAJI : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, saat memberi sambutan pada acara Nusantara mengaji di Alun Alun Kabupaten Pekalongan, Sabtu (17/11). (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

KAJEN- Bupati Pekalogan, Asip Kholbihi, bersama lebih dari lima puluh ribu warga Kabupaten Pekalongan, Sabtu (17/11) kemarin, berkumpul di Alun-alun Kabupaten Pekalongan, untuk menggelar khataman Alquran dan doa untuk bangsa dalam acara Nusantara Mengaji. Seluruh jamaah yang hadir membaca Alquran secara serentak, dan mengkhatamkannya lebih dari seribu kali.

Khataman Alquran dimulai pukul 07.00 WIB, dan dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Penasehat Nusantara Mengaji, Kiai Ahsin Sako Muhammad. Selesai khataman  digelar wayang santri, didalangi oleh Ki Enthus Susmono yang juga Bupati Tegal.

Usai wayangan dilanjut dengan ‘Haflah Tilawah’, yang dilantunkan oleh tiga Qori juara International dari PTIQ Jakarta dan diakhiri dengan tausyiah dan orasi kebangsaan oleh Inisiator Nusantara Mengaji, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Deklarator Nusantara Mengaji, Ida Fauziyah, mengungkapkan bahwa khataman ini diharapkan bisa memberi inspirasi kepada masyarakat Pekalongan dan bangsa Indonesia agar senantiasa dekat dengan kitab sucinya.

Menurutnya Kabupaten Pekalongan sangat kental dengan tradisi mengaji yang dilakukan usai salat magrib di rumah masing-masing dan tradisi tersebut wajib dijaga agar tidak punah.

“Setelah acara ini, saya berharap warga Pekalongan semakin menjaga tradisi deres-nya, dengan mengaji di rumahnya masing-masing,” ungkap Ida.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menyampaikan harapannya semoga kehadiran Cak Imin dan rombongan memberi manfaat khususnya untuk akselerasi dan dinamisasi pembangunan di Kabupaten Pekalongan.

Sementara itu, Inisiator Nusantara Mengaji, Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa gerakan Nusantara Mengaji dan mentradisikan semaan dan kajian Alquran di berbagai daerah, bertujuan untuk menguatkan bangsa dan negara.

Maka untuk itu pihaknya mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya warga Pekalongan untuk istiqomah memegang teguh Ahlus Sunnah wal Jamaah (Aswaja), agar rajut tali persatuan dan kesatuan bangsa dapat terjaga dengan baik.

“Insya Allah jika kita masih berpegang pada Islam Aswaja, maka kita akan tetap bersatu, tidak seperti negara-negara lain yang banyak terpecah seperti Rusia, Balkan dan lainnya,” tegas Cak Imin. (thd/zal)