33 C
Semarang
Senin, 10 Agustus 2020

Cukup Seri, Lolos Semifinal

Malam Ini, PSIS vs PSPS

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

BANDUNG– Raihan poin menjadi harga mati yang harus didapatkan tim PSIS Semarang saat melakoni laga pamungkas Grup Y babak delapan besar Liga 2 versus PSPS Riau di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (21/11) malam ini. Jika kalah, tim berjuluk Mahesa Jenar ini dipastikan akan memperpajang musim mereka di kompetisi kasta kedua, dan gagal mewujudkan ambisi untuk promosi di kompetisi kasta tertinggi musim depan.

Haudi Abdillah dkk sebenarnya hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos ke semifinal karena unggul dalam jumlah gol atas tim berjuluk Asyikar Bertuah. ”Tapi tentunya kami ingin menang dan meraih tiga poin,” kata CEO PT Mahesa Jenar Semarang (MJS), AS Sukawijaya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi ini berharap Mahesa Jenar bisa tampil lebih baik dibanding dua laga sebelumnya, yakni ketika kalah 1-0 atas Persebaya dan menang 3-0 atas PS Mojokerto Putra (PSMP).

Namum memang Haudi Abdillah dkk wajib kerja ekstra keras lantaran bakal menghadapi lawan yang cukup tangguh. PSPS sudah cukup teruji dengan bertemu tim-tim besar, seperti PSMS, Persis Solo, PSS Sleman dan Persebaya mulai babak penyisihan grup hingga delapan besar.

Di babak penyisihan grup, Herman Dzumafo Epandi dkk sukses meraih 7 kali kemenangan, 4 kali seri dan hanya sekali kalah dari 12 kali pertandingan. PSPS juga sukses mengoleksi 21 gol dan 8 kali kebobolan.

Kemudian di babak 16 besar, PSPS lolos sebagai runner up Grup A dengan meraih 2 kali kemenangan, 2 kali seri dan 2 kali kalah. Mereka mencetak 9 gol dan kemasukan 6 gol. Di babak tersebut, tim besutan Marwal Iskandar ini juga sukses menyingkirkan tim kuat PSS Sleman.

“PSPS saya lihat punya kecepatan di sayap, selain itu mereka juga kuat di depan karena memiliki pemain naturalisasi Herman Dzumafo. Tapi kami sudah siapkan tim semoga bisa meraih hasil maksimal,” ujar head coach PSIS, Subangkit.

Kedua tim sebenarnya pernah bentrok di gelaran Indonesian Soccer Championship (ISC) B musim 2016 lalu. Kala itu, PSPS berhasil menang 2—1 di pertemuan perdana dan menahan imbang 0-0 di Stadion Jatidiri Semarang.

“Sebagian besar kami memang sudah hafal dengan karakter pemain PSPS. Namun kami tetap harus waspada. PSPS tim bagus, lengah sedikit saja bisa cukup membahayakan,” sambung pelatih asal Pasuruan ini.

Direktur Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho, menambahkan, PSIS harus tampil lepas di laga penentuan nanti. Selain itu, Mahesa Jenar harus menunjukkan fighting spirit yang lebih baik dibanding dua laga sebelumnya.

“Di dua pertandingan sebelumnya, kami lihat anak-anak tampil cukup terbebani. Sehingga kemampuan mereka tidak keluar 100 persen. Itu tidak boleh terjadi lagi lawan PSPS, kami harus fokus dan tampil lepas,” kata Agung. (bas/aro)

HERMAN DZUMAFO EFANDI
HERMAN DZUMAFO EFANDI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Musim Paceklik, Ribuan Nelayan Dapat Bantuan

PEKALONGAN-Sebanyak 2.125 KK di 14 Rukun Kelompok Nelayan di Kota Pekalongan mendapatkan bantuan rawan pangan berupa beras dari Wali Kota Pekalongan, H Achmad Alf...

Ditangkap, Pencuri Truk Pura-Pura Gila

DEMAK-Ada kejadian unik di Demak. Seorang pencuri truk, Bayu Irawan Saputra, warga RT 8 RW 5, Desa Tambakromo, Kecamatan Winong, Pati, pura-pura gila saat...

Satlantas Buka Tempat Latihan Ujian SIM

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Banyak masyarakat yang mengeluhkan sulitnya mendapat Surat Izin Mengemudi (SIM) baru, khususnya saat mereka dianggap tak lolos dalam ujian praktek mengemudi...

Pulihkan Kondisi Dua Anak Telantar

DEMAK- Bupati HM Natsir dan Kapolres Demak AKBP Sonny Irawan  menjenguk dua anak yang sebelumnya diduga ditelantarkan Panti Asuhan Al Hajar, Desa Karangmlati, Kecamatan...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Terminal Stasiun Semakin Sepi

WONOSOBO - Tren peralihan pola transportasi dari kendaraan umum ke kendaraan pribadi terus menyasar kota-kota kecil. Tak terkecuali di Kabupaten Wonosobo. Terminal yang dulu...