SAY NO TO DRUGS : Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, saat menunjukkan barang bukti dalam gelar perkara, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SAY NO TO DRUGS : Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan, saat menunjukkan barang bukti dalam gelar perkara, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN – Bandar narkoba berhasil dibekuk aparat Polres Pekalongan. Petugas juga mengamankan 154.000 butir pil psikotropika (pil koplo) siap edar.

Kapolres Pekalongan, AKBP Wawan Kurniawan mengungkapkan, pelaku dibekuk di Kelurahan Gumawang, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, setelah menerima laporan dari masyarakat terkait transaksi mencurigakan di wilayah tersebut.

Setelah ditelusuri, petugas mencurigai nama Maruli, 35, warga Kelurahan Pekuncen, Kecamata Wiradesa. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa 154.000 butir obat psikotrapika berbagai jenis yang siap diedarkan.

Kapolres mengatakan bahwa tertangkapnya tersangka, bermula ketika anggota Polres Pekalongan menjumpai tersangka yang sedang melintas di kawasan Kelurahan Gumawang, Kecamatan Wiradesa, arah Desa Dadirejo Kecamatan Tirto, yang baru saja bertransaksi narkoba. Petugas menemukan barang bukti, yakni  1 buah botol Hexymer isi 1.000 butir, uang hasil penjualan Rp 800 ribu.

“Hasil penyelidikan, tersangka sudah menjadi pengedar kurang lebih selama 1 tahun,” kata Kapolres Pekalongan.

Kemudian petugas melakukan pengembangan di rumah tersangka dan berhasil menemukan ratusan ribu pil berbagai jenis, seperti Hexymer, Dextro, dan Trihex, serta sejumlah uang yang diduga merupakan hasil penjualan.

Dari tangan tersangka petugas mengamankan barang bukti berupa 90 botol obat Hexymer isi @1000 butir, 23 paket plastik Dextro isi @1000 butir, 41 paket plastik Trihex isi @1000 butir, timbangan elektrik, alat pengepack plastik, 2 buah pack plastik bening, 20 dus kemasan bekas Hexymer dan Trihex.

“Kemudian uang tunai hasil penjualan Hexymer Rp 800.000, uang tunai yang diduga hasil penjualan sebelumnya sejumlah Rp 11.400.000, serta sejumlah handphone,” jelas AKPB Wawan.

Tersangka akan dikenakan Pasal 197 sub Pasal 196 UU No 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman kurungan maksimal 10 tahun atau denda sebesar Rp 1 miliar. (thd/zal)