APRESIASI : Deputi Direksi Jateng-DI Jogjakarta, Aris Jatmiko (tengah) didampingi Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik, Abdul Aziz (kiri) dan Pemred Jawa Pos Radar Kedu, Iskandar (kanan) berfoto bersama dengan keenam pemanang karya jurnalistik dan fotografi selama pelatihan. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)
APRESIASI : Deputi Direksi Jateng-DI Jogjakarta, Aris Jatmiko (tengah) didampingi Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik, Abdul Aziz (kiri) dan Pemred Jawa Pos Radar Kedu, Iskandar (kanan) berfoto bersama dengan keenam pemanang karya jurnalistik dan fotografi selama pelatihan. (PUPUT PUSPITASARI/JAWA POS RADAR KEDU)

Pegawai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kedeputian Wilayah Jawa Tengah dan DI Jogjakarta–khususnya Bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Umum dan Komunikasi Publik–dituntut memiliki kemampuan menulis.

SEBANYAK 28 orang diikutkan pelatihan jurnalistik dan pengelolaan media di The Royal Surakarta Heritage Solo, bekerjasama dengan Jawa Pos Radar Semarang dan Jawa Pos Radar Kedu, pada 16-17 November 2017.

Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik Kedeputian Wilayah Jateng dan DI Jogjakarta, Abdul Aziz mengatakan, para peserta pelatihan menulis dan pengelolaan media merupakan Duta BPJS Kesehatan. Tugas mereka, menyampaikan program-program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Abdul Aziz menyadari, di era kemajuan teknologi seperti saat ini, kebutuhan akan akses informasi yang cepat, aktual, dan faktual, menjadi prioritas.

“Kami berharap, setelah pelatihan ini, para Duta BPJS Kesehatan bisa menulis di portal berita Jamkesnews.com. Juga dapat melakukan best practice sharing di masing-masing cabang,” kata Aziz saat membuka acara.

Deputi Direksi Wilayah Jateng – DI Jogjakarta, Aris Jatmiko menyampaikan, pihaknya segera melombakan karya jurnalistik dari para Duta BPJS Kesehatan. Aris berharap, kompetisi menulis tersebut dapat memotivasi Duta BPJS Kesehatan untuk meningkatkan kompetensinya. Serta, menguji sejauh mana ilmu yang terserap oleh peserta selama pelatihan. “Kita memang bukan wartawan, tapi paling tidak kita memiliki kemampuan menulis, walau hanya sedikit-sedikit,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi (Pemred) Jawa Pos Radar Kedu, Iskandar, mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jateng – DI Jogjakarta yang memiliki kepedulian tinggi terhadap peningkatan kualitas SDM pada pegawainya. Menurutnya, pelatihan ini langkah tepat agar Duta BPJS Kesehatan dapat membuat berita yang informatif, serta mampu meluruskan isu-isu miring tentang dunia kesehatan.

“Jika ada berita hoax tentang BPJS Kesehatan, jangan biarkan berita itu menjadi bola panas di luar sana. Duta BPJS Kesehatan harus mampu memberikan klarifikasi dengan data-data yang akurat untuk disampaikan kepada publik,” tutur Iskandar yang juga General Manager (GM) Jawa Pos Radar Kedu.

Dalam kegiatan tersebut, para Duta BPJS Kesehatan diberikan tips dan trik menulis berita, mengelola media, dan kemampuan menangkal berita hoax. Selain itu, diajari teknik fotografi. Pemateri Fotografi, Ale Ibnu Chamid juga mengajak peserta untuk berburu foto di dalam hotel. Sementara materi menangkal berita hoax disampaikan oleh Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng Rofiuddin. Dalam kesempatan ini pula, dipilih 6 karya terbaik praktik menulis berita dan fotografi. Masing-masing kategori diambil juara pertama hingga ketiga. (put/isk)