33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Wajib Kontrol Capaian Kinerja dan Spesifikasi Bangunan

DPRD Dorong Percepatan Proyek RSUD dan Pasar Muntilan

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

DPRD Kabupaten Magelang mendesak Pemkab Magelang melakukan langkah-langkah strategis guna percepatan pembangunan dua mega proyek di Kabupaten Magelang. Yakni: pembangunan RSUD Kabupaten Magelang di Blondo, Kecamatan Mungkid; dan Pasar Muntilan di Kecamatan Muntilan.

PEMBANGUNAN yang seharusnya dilaksanakan pada tahun lalu itu, baru bisa terlaksana pada tahun ini. Sehingga progress dan capaian kerjanya harus terus dikontrol. ”Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang diminta lebih cermat dalam menyusun rencana kegiatan, berikut pelaksanaannya. Hal itu semata-mata untuk menghindari terjadinya pemborosan waktu, anggaran, tenaga, dan pemikiran,” kata anggota Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, Prihadi.

DPRD, kata Prihadi, telah menyetujui dana sekitar Rp 200 miliar untuk pembangunan RSUD tipe B, dengan sejumlah syarat. Di antaranya, ada jaminan dari eksekutif, dan pembangunan harus selesai dalam kurun waktu dua tahun. “Pembangunan dikerjakan mulai 2017 dan selesai di akhir 2018, sehingga pada awal 2019, sudah dioperasikan dengan fasilitas pendukungnya,” kata Prihadi.

Seperti diketahui, Pemkab Magelang membangun RSUD tipe B, dengan dana sekitar Rp 200 miliar. Karena keterbatasan kemampuan keuangan daerah, maka pengadaan dana disepakati dialokasikan secara bertahap.

Pendanaan pembangunan RSUD sudah dilakukan sejak APBD 2013. Ketika itu, dicadangkan anggaran Rp 75 miliar. Disusul, melalui perubahan APBD 2013 sebesar Rp 25 miliar, APBD 2014 Rp 20 miliar, APBD 2015 Rp 15 miliar, APBD 2016 Rp 15 miliar. Jika masih kurang, akan minta bantuan ke pemerintah pusat.

Prihadi (ist)
Prihadi (ist)

Sesuai rencana, pembangunan dimulai pada 2017. Anggaran Rp 15 miliar untuk pembebasan lahan dan Rp 60 miliar untuk pembangunan struktur lantai dasar (bassement) sampai lantai 3, agar dapat dioperasikan dengan rintisan pelayanan Poliklinik spesialis rawat jalan.

Bagaimana dengan proyek Pasar Muntilan? Perencanaan proyek ini dinilai kurang matang. Semula renovasi diperhitungkan menyerap dana Rp 95 miliar. Anggaran disiapkan bertahap, dengan membentuk dana cadangan pada APBD 2012-2016. Lantaran waktu pengerjaan molor, kebutuhan dana membengkak menjadi Rp 122 miliar. ”Ini bukti proses perencanaan kurang matang,” kata anggota DPRD Kabupaten Magelang lainnya, Sukardiyono.

Sukardiyono mengklaim, pihaknya selalu menyoroti lemahnya sistem perencanaan yang ada di Kabupaten Magelang. Hingga saat ini, kritik dia, selalu menjadi masalah tersendiri yang tidak pernah berusaha untuk diperbaiki.

Hal ini terjadi karena lemahnya koordinasi antar-SKPD serta pengendalian dalam meningkatkan pengawasan internal yang tidak berhasil dilakukan. Pihaknya belum mendapatkan penjelasan dan jawaban yang substantif, terkait beberapa kegiatan pekerjaan yang sedang dikerjakan, dan sudah selesai dirampungkan.

“Revisi dan penyesuaian DED pembangunan Pasar Muntilan mengabaikan Amdalalin dan Amdal (SPPL) pada tahap awal. Bahkan pekerjaan belum dimulai saja, Pemerintah Daerah sudah minta tambahan anggaran pada saat alokasi anggaran untuk bassement yang seharusnya justru berkurang anggarannya. Ini terjadi karena perencanaan tidak matang,” papar dia.

Anggota Komisi III Achmad Sarwo Edi menyoroti keluhan pedagang Pasar Muntilan yang sudah tidak mampu bertahan di pasar relokasi. Pedagang mengaku sudah semakin merugi; dan tidak mau berjualan di Pasar Penampungan.

Hasilnya, kata dia, kini banyak pedagang pasar yang kembali membuka lapak di lokasi pasar yang sedang dibangun. Bahkan Sonhaji dari Fraksi PAN DPRD Kabupaten Magelang menyentil, “Fraksi PAN, melihat lokasi di sana semakin semrawut dan kumuh serta kotor.”

Untuk itu, dia berharap dilakukan penegasan oleh Pemkab Magelang. Harapan lainnya, pembangunan pasar benar-benar diprioritaskan dan tidak membebani pedagang saat nantinya ditempati.

Wakil Ketua Komisi III Gunawan Sugiharno mengatakan, progress pembangunan PAsar Muntilan cukup baik, meski ada beberapa item yang tidak dilaksanakan seperti pembangunan bassement.

”Kita mencermati hampir seluruh proyek dilakukan review desain. Ini mengindikasikan bahwa DPU TR tidak professional dalam bekerja. Dengan melakukan desain ulang, berarti perencana tidak matang dan bakal menghambat kualitas pekerjaan.” (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ponpes Al Muayyad, Jaga Kesehatan Santri Dengan Olah Raga Teratur

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pondok Pesantren (Ponpes) yang merupakan lembaga pendidikan agama, yang menjadi salah satu lembaga pencetak generasi penerus bangsa, terus senantiasa memperhatikan aspek...

Pertahankan Juara Umum

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - SMP Muhammadiyah Muntilan kembali mempertahankan predikat juara umum pada cabang olahraga pencak silat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kabupaten Magelang. Tujuh...

Dua Polisi Dapat Penghargaan dari Kapolri

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Dua personel kepolisian dari Polres Semarang menerima pin emas dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. Dua personel dari Polres Semarang tersebut...

Mahasiswa KKN Diminta Tak Terlibat Politik Praktis

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) diwanti-wanti supaya tidak terlibat politik praktis di lokasi KKN di Kabupaten Semarang. Jika nekat, Unnes akan...

Semangati Ortu Bikin Bekal Anak

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – KB TK Mutiara Hikmah Kota Magelang menggelar lomba kreasi bekal anak, Sabtu (21/4). Kegiatan dalam rangkaian peringatan Hari Kartini diharapkan bisa...

Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan Kukuhkan Gema Setia 19 Kecamatan

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Keberhasilan pembangunan kesehatan ditentukan oleh tinggi rendahnya Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, Angka Kematian Anak Balita. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten...