Saelany Minta Dukungan Masyarakat

101
Wali kota Pekalongan H. Mochammad Saelany Machfudz. (Dok Humas Pekalongan)
Wali kota Pekalongan H. Mochammad Saelany Machfudz. (Dok Humas Pekalongan)

PEKALONGAN – Kota Pekalongan, kini resmi miliki Walikota baru yaitu, sosok kharismatik bernama H Mochammad Saelany Machfudz, yang  dilantik pada Minggu (19/11). Dipercaya memimpin Kota Pekalongan, dirinya meminta agar terus didukung.

Putra keempat dari pasangan H Machfudz bin H Sholeh dengan Hj Bariroh binti KH Saelan ini ternyata memiliki sejarah panjang, sebelum akhirnya menjadi orang nomor satu di Kota Kreatif Dunia versi UNESCO ini.

Sejak muda, Saelany sangat suka berorganisasi. Kebiasaan berorganisasi itulah yang menempa dirinya untuk tidak begitu suka retorika, akan tetapi berbuat nyata untuk membuktikan semua hal yang menjadi pikiran-pikirannya, karena itulah ide-idenya senantiasa mengalir deras mendasari gagasan-gagasannya untuk dituangkan menjadi suatu kenyataan.

“Salah satu jalan untuk melatih daya tahan gagasan adalah apabila kita mau masuk dalam organisasi, karena dengan berorganisasi dapat mengungkapkan dan mengintegrasikan ide-ide dan gagasan-gagasan sekaligus akan diuji kelayakan sebagai seorang pemimpin,” kata Peraih Penghargaan Tingkat ASEAN sebagai Penggerak Pemuda Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat berupa ASEAN EXECUTIVE DEVELOPMENT GOLDEN AWARD 2004 ini.

Suami dari Hj. Khusnul Khotimah yang sudah dikaruniai empat putra putri ini mengaku menjalani hidup sesuai dengan arti namanya yaitu Saelany adalah pemberian dari Pakdenya K.H. Chamid Yasin yang dalam bahasa arabnya berarti “mengalir”. Dengan harapan senantiasa dapat mengalir sifat-sifat perjuangan dan pengabdian untuk kemaslahatan di masyarakat seperti halnya kakeknya dan sebagaimana yang dilakukan saudara-saudaranya yang lain.

“Meskipun tidak akan pernah menyamai, akan tetapi setidaknya selalu dapat dijadikan cermin terdekat untuk diri saya sebagai visi filosofis yang mendasari pikiran saya dalam mengabdikan diri di masyarakat,” ujar pria yang pernah mengenyam pelatihan ke luar Training course On The Promotion Of Small Medium Enterprises For Asean Countriestahun 2001 di Korea Selatan

Petualangannya dalam organisasi dimulai sejak menjadi pengurus IPNU ranting landungsari tahun 1975, hingga dia menjadi Pengurus IPNU Cabang Kota Pekalongan.

Tidak sekedar organisasi, ternyata Saelany juga miliki jiwa seni. Dengan mendirikan teater teater dengan nama “Teater Kenes”. Teater ini telah ditunjuk untuk mewakili Cabang IPNU Kota Pekalongan sebagai delegasi seni dalam Muktamar NU di Semarang Tahun 1979. Atas prestasinya, dia mendirikan sanggar NUSA (Nahdlatul Ulama Student Assosiation). Sanggar NUSA mecatat prestasi yang luar biasa disamping mampu pentas secara mandiri di PPIP Pekalongan juga menjadi Juara Umum Lomba Teater untuk Tingkat Umum seluruh Karesidenan Pekalongan dan Banyumas di Tegal tahun 1985.

“Organisasi tersebut sebagai wadah aktifitas dan kreatifitas remaja IPNU, untuk membentengi pengaruh budaya asing dan masuknya remaja kita ke organisasi-organisasi lain yang waktu itu bidang seni dan budayanya sangat marak digalakkan oleh mereka,” ungkapnya.

Saelany lahir di kelurahan Landungsari Kota Pekalongan pasa 16 Agustus 1956, putra keempat dari pasangan H. Machfudz bin H. Sholeh dengan Hj. Bariroh binti K.H. Saelan.  Dalam bidang ekonomi dirinya dari keluarga sederhana, Ayahnya adalah seorang Petani dan Ibu ketua Muslimat NU di desanya. Namun keduanya meninggal saat  Saelany Machfudz masih kecil. Sehingga dia kemudian diasuh KH Nachrowi Chasan. Di bawah asuhan salah satu ulama besar Pekalongan ini, masa muda Saelany dihabiskan untuk belajar ilmu agama di pondok-pondok pesantren dan mengaji dengan beberapa guru termasuk kepada K.H. Syafi’i Pringlangu Buwaran, murid dari K.H. Nachrowi Chasan Grogolan.

Tidak sekedar ilmu agama, dirinya juga terdorong untuk belajar berbagai ilmu. Bahkan walaupun karir nya sangat bagus di Kospin JASA, dia tidak malu dan segan saat harus menimba ilmu Sarjana di Universitas Pekalongan pada tahun 2002.

Dia menyadari perjuangannya selama ini dengan berbagai prestasi yang telah dicapai adalah berkat dorongan dan motivasi seluruh masyarakat Pekalongan serta semua pihak. Untuk itu dirinya menyampaikan terimakasih yang tak terhingga.

“Saya bisa disini karena masyarakat memercayakan jabatan ini. Saya mohon saran dan nasihat untuk mengembangkan masyarakat dalam waktu yang akan datang sebab pengabdian dan perjuangan belum selesai masih banyak yang harus kita kerjakan untuk usaha memenuhi harapan kita semua kedepan,” tutupnya.(han)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here