Pelayanan Kesehatan Sambangi Desa Damarwulan

315
JANGKAU DAERAH PINGGIRAN-Tenaga medis saat memeriksa dan konsultasi dengan warga desa Damarwulan dalam pengobatan massal di balaidesa setempat. (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JANGKAU DAERAH PINGGIRAN-Tenaga medis saat memeriksa dan konsultasi dengan warga desa Damarwulan dalam pengobatan massal di balaidesa setempat. (TAUFIQ RIKHOYADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KELING-Program Bakti Sosial (Baksos) Pelayanan Kesehatan dari Djarum Foundation
bersama Yayasan Bhakti Insan Negeri (YBIN), menyambangi Desa Damarwulan,
Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Kegiatan CSR pengobatan massal di desa pinggiran
wilayah Jepara ini, diikuti sekitar 600 warga.
Kepala Desa Damarwulan, Sujoto Abdullah Salam, bersyukur adanya kegiatan ini bagi
masyarakatnya yang sebagian besar petani. Selain memberi pelayanan kesehatan gratis,
juga sarana sosialisasi dan membantu meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
“Kami kerahkan seluruh perangkat desa untuk menginformasikan kepada seluruh
masyarakat, agar ikut memeriksakan kesehatannya. Kami berharap, masyarakat akan
terbantu,” paparnya mengawali acara di Balaidesa Damarwulan, Sabtu (18/11) kemarin.
Perwakilan Djarum Foundation, Arvi Oktaviendra menguraikan, pelayanan berupa
pemeriksaan dan pemberian obat secara cuma-cuma ini, rangkaian dari kegiatan yang
sudah dilaksanakan di beberapa kota / kabupaten lainnya di wilayah Jateng dan DIY.
“Baksos di tempat ini ke-39, kami lakukan jemput bola bagi masyarakat kurang mampu
untuk memeriksakan kesehatannya. Adanya program ini, masyarakat yang jauh dari
tempat pelayanan kesehatan, puskesmas atau rumah sakit, bisa cepat dan dekat periksa
kesehatan,” imbuhnya.
Tim medis dari YBIN, dr Mada Gautama, menambahkan, selama pemeriksaan pasien yang
berobat, tidak ditemukan penderita yang mempunyai sakit parah. Mereka rata-rata
mengeluhkan sakit pada pendengaran, gigi, sakit kulit, mata, dan sampai diare.
“Bila ditemukan pasien yang mempunyai sakit parah, kami akan langsung merujuk untuk
diperiksakan lebih lanjut ke puskesmas atau rumah sakit. Kami dibantu lima dokter dan
petugas kesehatan dari Puskesmas Pembantu I Keling,” paparnya. (fiq)