LIBATKAN WARGA : Warga dan perangkat desa dalam kegiatan festival anggaran yang selalu dilakukan di Desa Karangtengah untuk dapat menciptakan program yang tepat sasaran
LIBATKAN WARGA : Warga dan perangkat desa dalam kegiatan festival anggaran yang selalu dilakukan di Desa Karangtengah untuk dapat menciptakan program yang tepat sasaran

TUNTANG – Desa Karangtengah, Kecamatan Tuntang, selalu menggandeng warga dalam pembangunan desa. Mulai dari perencanaan hingga akhir, masyarakat selalu dilibatkan untuk mengambil keputusan bersama. Desa ini memang tengah mencanangkan diri sebagai Desa Inklusi Sosial, dimana seluruh warga masyarakat harus terlibat dalam pembangunan.

Hal ini dilakukan untuk bisa melaksanakan pembangunan yang tepat sasaran. Sehingga pembangunan yang dilakukan sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat. ”Dengan begitu swadaya dari masyarakat juga bisa semakin besar. Karena swadaya tidak melulu dalam bentuk materi,” kata Ichwanudin di kantor kepala Desa Karangtengah.

Sekdes : Ichwanudin. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
Sekdes : Ichwanudin. (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

Upaya pembangunan yang tepat sasaran ini juga dilakukan melalui festival anggaran yang dilakukan di Desa Karangtengah. Dalam festival anggaran ini, masing-masing lembaga, pemerintah desa dan bidang lainnya diberikan kesempatan untuk mempresentasikan rencana kerja dan program-program yang akan dijalankan satu tahun ke depan.  ”Ada dari PKK, TK, Linmas, LKMD, Gapoktan dan yang lainnya. Nanti dari pemerintah desa yang menilai,” kata dia.

Partisipasi masyarakat juga dilakukan dalam mendukung suksesnya peraturan desa yang telah dibuat, salah satunya peraturan tentang lingkunan hidup. Untuk menjaga kelangsungan lingkungan hidup di desa ini, pemerintah desa telah menerbitkan pertaturan yang berisi larangan untuk merusak lingkungan sekitar.

”Diantaranya ada larangan membuang sampah dan limbah sembarangan, perburuan burung tito alba, larangan menyetrum, mengobati dan mengebom ikan. Itu peraturan demi menjaga kelangsungan hidup lingkungan,” jelasnya sembari mengatakan bahwa upaya melibatkan masyarakat ini bertujuan untuk mencapai kesejahteraan bersama.

Ditambahkan oleh Ichwanudin, demi tercipta kesejahteraan di desa ini, pemeritah desa juga telah mencoba menggerakkan warga dengan memanfaatkan lahan yang tidak produktif ditanami padi dengan menanam pohon jambu klutuk. Ke depan, desa ini memang ingin menjadikan jambu klutuk sebagai ikon produk desa.

”Kami ingin agar petani tidak hanya mengandalkan padi sebagai komoditas utama. Adanya jambu klutuk dengan hasil yang lebih tinggi mungkin bisa menjadi alternatif pilihan bagi mereka,” ujarnya.

Ichwanudin berharap, ke depan akan semakin banyak tokoh-tokoh yang akan berparisipasi dalam memberikan sumbangsih, baik berupa pikiran, tenaga, maupun waktu untuk kemajuan desa karangtengah. Pada akhirnya secara bersama-sama pemerintah desa, lembaga yang dan dan seluruh masyarakat bisa bersama-sama mencapai kesejahteraan. (cr4/zal)