Edukasi Keuangan, CIMB Niaga Ajak Siswa SD Tour de Bank

118
INTERAKTIF: Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin berbincang dengan siswa SD saat kegiatan Tour de Bank di kantor Bank CIMB Niaga Jalan Pemuda 102-104 Semarang, Sabtu (18/11). (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)
INTERAKTIF: Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin berbincang dengan siswa SD saat kegiatan Tour de Bank di kantor Bank CIMB Niaga Jalan Pemuda 102-104 Semarang, Sabtu (18/11). (AFIATI TSALITSATI / JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG- Untuk membangun Indonesia yang maju, dibutuhkan manusia yang berkualitas bersumber pada pendidikan yang berkelanjutan sejak usia dini. Atas dasar itu, CIMB Niaga ingin turut serta dalam proses pendidikan anak bangsa dengan mengajak ratusan siswa SD untuk menengok kegiatan perbankan.

Senior Branch Manager Semarang Gajahmada, Agustinus Agung Wibowo, mengatakan, program Tour de Bank ini merupakan bentuk dukungan terhadap pemerintah melalui Gerakan Ayo Menabung. CIMB Niaga mengimplementasikannya dengan program Ayo Menabung dan Berbagi.

“Ini sudah kami lakukan sejak 2016, dan sudah dilaksanakan di 12 kota, dengan sebanyak 6.214 siswa yang tergabung,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Semarang di sela kegiatan Tour de Bank CIMB Niaga, Sabtu (18/11).

Acara yang dimulai pukul 08.30 ini, diikuti oleh ratusan siswa yang berasal dari empat sekolah, yakni SD Theresiana Semarang, SD Tritunggal Semarang, SD Nasima dan SD Mondial Semarang. Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti setiap penjelasan yang diberikan oleh para ahli yang merupakan pemangku kepentingan di CIMB Niaga.

Menurutnya, CIMB Niaga turut serta memberikan nilai tambah melalui kegaiatan Corporate Social Responsibility (CSR), salah satunya dengan memberikan edukasi dan literasi keuangan pada bank melalui Tour de Bank ini. “Program ini mengajak masyarakat khususnya pelajar untuk mulai menabung sejak dini, dan juga belajar berempati dengan berbagi kepada teman-temannya,” jelasnya.

Selain di Semarang, Tour de Bank tahun ini juga telah dilaksanakan di sejumlah kota besar, seperti Medan, Pontianak, dan Batam. Ia berharap dengan sosialisasi menabung seperti ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, dalam hal peningkatan pengetahuan perbankan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan beberapa hal yang harus diingat oleh para siswa terkait edukasi keuangan. Di antaranya adalah pepatah Hemat Pangkal Kaya dan Rajin Pangkal Pandai.

“Maka siapa yang menabung sejak kecil, dewasanya akan kaya. Jangan boros, jajan seperlunya, sisa uang saku ditabung. Harus dimulai sejak dini,” tuturnya di hadapan para siswa kelas 4-6 SD tersebut.

Bunyamin mengingatkan kepada para pendidik dan pendamping para siswa bahwa sesuai dengan kurikulum 2013 metode pembelajaran anak tidak lagi full di dalam kelas. Karena itu, seluruh pihak harus turut memberikan edukasi yang baik pada anak.

”Sehingga ini menjadi tanggung jawab bagi guru maupun ahli untuk saling kerja sama memberikan edukasi dan literasi sejak dini terkait apapun, termasuk dalam menabung oleh lembaga perbankan,” harapnya.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa SD mendapatkan kesempatan untuk melakukan simulasi menjadi nasabah bank. Mulai dari teller hingga customer service. Mereka dijelaskan perbedaan keduanya. Terlihat beberapa di antara mereka tak sungkan melempar pertanyaan kepada petugas bank terkait apa yang dikerjakannya. “Seru, kita jadi tahu tentang kerjanya bank. Kalau mau bikin tabungan gimana, nabung juga. Asyik pokoknya,” tutur Annisa Rahmalia, siswi kelas 6 SD Mondial Semarang. (tsa/adv/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here