Metode Speed ReadingTingkatkan Baca Cepat Siswa

1081
Oleh : Endang Retnosri SPd
Oleh : Endang Retnosri SPd

Membaca merupakan kegiatan berbahasa yang tidak asing bagi siswa. Siswa mampu membaca bukan karena secara kebetulan atau didorong oleh inspirasi, tetapi melalui pembelajaran. Apalagi membaca cepat itu sangat penting sekali bagi siswa. Akan tetapi, sebagian besar siswa kemampuan membaca cepat rendah. Keterampilan membaca cepat bukanlah melulu cepat memecahkan kode dan segera menyelesaikan sebuah buku, melainkan membaca dengan pemahaman yang lebih baik dalam waktu lebih cepat serta mengingatnya dengan baik pula.

Membaca cepat tentu saja bukan tujuan, sebab keterpahamanlah yang menjadi tujuan dalam membaca cepat. Selain itu, sebagian besar siswa hanya tertuju pada membaca dalm waktu yang cepat tanpa memahami isi yang terkandung dalam bacaan tersebut. Speed reading adalah metode, metode ini dapat mengangkat kita dalam labiran yang tak jelas di tengah banjir bahan bacaan saat ini.

Salah satu masalah dalam proses belajar mengajar di sekolah adalah rendahnya hasil belajar siswa. Hasil belajar dipengruhi oleh beberapa faktor. Tiga faktor utama yang mempengaruhi hasil belajar, yaitu kemampuan kognitif, motivasi, berprestasi, dan kualitas pembelajaran. Kemampuan kognitif merupakan kemampuan yang berkenaan dengan pengetahuan dan penalaran atau pikiran.

Motivasi berprestasi merupakan kekuatan mental yang berupa keinginan, perhatian, dan kemauan atau cita – cita untuk berprestasi. Kualitas pembelajaran merupakan kualitas kegiatan pembelajaran yang dilakukan dan kualitas yang dimaksud menyangkut model pembelajaran yang digunakan.

Penulis tertarik untuk memberikan sedikit solusi bagaimana upaya agar kemampuan membaca cepat siswa dapat ditingkatkan. Salah satu metode yang dapat mendukung upaya ke arah peningkatan kemampuan membaca cepat adalah dengan menerapkan metode speed reading.

Soedarso, Speed Reading ( Gramedia, cet. 11, 2004 ) mengatakan “ metode speed reading” merupakan semacam latihan untuk mengelola secara cepat proses penerimaan informasi.” Seseorang akan dituntut untuk membedakan informasi yang diperlukan atau tidak. Informasi itu kemudian disimpan dalam otak.

Tidak ada orang yang membaca cepat karena bakat. Maka itu harus dipahami bahwa cepat bukanlah melulu cepat memecah kode dan segera menyelesaikan sebuah buku. Membaca cepat adalah bagaimana kita dapat membaca dengan pemahaman yang lebih baik dalam waktu cepat serta mengingatnya dengan baik pula.

Dengan menggunakan teknik speed reading para siswa diharapkan dapat lebih efesien dalam menggunakan waktu belajar. Data survey menunjukkan bahwa lima dari 30 siswa yang telah mampu menggunakan pol speed reading dapat memahami suatu bacaan dengan siswa yang belum menguasai speed reading. Dengan pola pelatihan yang kontinu diharapkan para siswa dapat membaca dengan kecepatan hingga 800 kata pr menit tanpa menghilangkan makna bacaan.

Langkah – langkah Speed Reading

Nurhadi (2004 : 26) menyatakan “ membaca cepat dapat dilakukan dengan cara (1) persiapan pencatat waktu (arloji), perhatikan pada saat anda mulai membaca, (2)  hitung berapa lama (menit) anda menyelesaikan teks tersebut; kemudian, (3) dengan jumlah lama waktu itu (….menit, ….detik) lihatlah ke dalam tabel kecepatan membaca.”

Pembaca yang efektif dan efesien mempunyai kecepatan bermacam – macam. Sadar akan berbagai tujuan, tingkat kesulitan bahan bacaan. Serta keperluan membacanya saat itu. Karena kesadaran itu akan sangat berpengaruh terhadap tingkat pemahamaan dan isi bacaan.

Pengaruh tersebut memunculkan berbagai kegunaan yang terkandung dari kemampuan membaca cepat, diantaranya adalah (1) membaca cepat menghemat waktu, (2) membaca cepat menciptakan efisiensi, (3) semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk melakukan hal-hal rutin, maka semakinbanyak waktu yang tersedia untuk mengerjakan hal penting lainnya, (4) membaca cepat memiliki nilai yang menyenangkan/menghibur, (5) membaca cepat memperluas cakrawala mental, (6) membaca cepat membantu  dalam menghadapi ujian, (8) membaca cepat meningkatkan pemahaman, (9) membaca cepat menjamin selalu untuk mutakhir, dan (10) membaca cepat dapat dikatakan sebagai tonikum mental.

Kebiasaan positif dapat menunjang peningkatan membaca cepat siswa. Karena kebiasaan menjadi modal penting siswa dalam membaca. Depdikbud (2005 : 26) mengemukakan bahwa kebiasaan positif yang harus dikembangkan atau perkuat dalam membaca antara lain (1) meningkatkan motivasi, (2) meningkatkan konsentrasi, (3) meningkatkan daya ingat dan daya panggil ulang, (4) meningkatkan pemahaman.

Membaca cepat merupakan sebuah  keterampilan berbahasa. Keberhasilan guru dan siswa dalam menguasahi teknik ini sangat bergantung pada sikap dan kemauan bersama. Melalui teknik speed reading diyakini kemampuan membaca cepat siswa meningkat. (*)

Guru SMP 2 Sragi Pekalongan