33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Undip Tambah Dua Guru Besar

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) kembali menambah daftar guru besarnya. Dari 8 tambahan guru besar, dua diantaranya berasal dari Fakultas Kedokteran (FK) yakni Prof Dr dr M Sholeh Kosim serta dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Prof Dr Ir Widiyanto, S.U. Pengukuhan dilaksanakan di Gedung Prof Soedarto, kampus Undip Tembalang, Kamis (16/11).

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama mengatakan, guru besar merupakan jabatan akademik tertinggi dalam dunia pendidikan. Akan tetapi, mahkota sebenarnya dari jabatan tersebut adalah bagaimana kemampuan guru besar itu untuk terus mencetak karya-karya yang baik untuk kemaslahatan umat manusia.

“Terlebih lagi, bidang yang digeluti Prof Sholeh Kosim dan Prof Widiyanto yakni ilmu tentang kedokteran dan ilmu peternakan tentu sangat berkait dan bermanfaat bagi umat manusia,” ungkapnya.

Yos menegaskan, seorang guru besar tidak hanya sekedar capaian keilmuan, akan tetapi di dalamnya juga ada kematangan jiwa serta integritas baik sebagai pendidik maupun sebagai manusia. Tak hanya itu, menjadi akademisi dengan gelar akademik tertinggi sudah sepatutnya untuk memiliki dan memupuk pula jiwa kepedulian kepada umat manusia. “Keberanian dalam menegakkan kebenaran dilandasi kejujuran dan integritas,” tegasnya.

Dalam pengukuhannya, Prof Sholeh Kosim memberikan paparan terkait kajiannya tentang Neonatologi Pada Era Kedokteran Digital Agar Bayi Dapat Bertahan Secara Utuh. Dijelaskannya, Neonatologi merupakan cabang dari Ilmu Kesehatan Anak yang mempelajari bayi mulai dari proses pembuahan hingga berumur 28 hari. Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan juga menjadi perhatian dalam Neonatologi.

Sholeh memaparkan, ada 3 penyebab utama kematian bayi baru lahir, yaitu asfiksia neonatorum, bayi berat lahir rendah (kurang dari 2500 gram), dan infeksi neonatal yang terjadi pada bulan pertama bayi baru lahir. Asfiksia adalah kegagalan untuk bernafas secara teratur beberapa saat sesudah lahir.

“Diharapkan, dengan menciptakan fitur baru pada sistem telepon genggam dapat terjadi komunikasi yang efektif dan efisien antara pakar Neonatologi dengan bidan, perawat, dan dokter yang belum pernah terpapar atau mengikuti program Pelatihan Resusitasi Neonatus,” pungkasnya.

Sementara, Prof Widiyanto memaparkan penelitiannya yakni Suplementasi Asam Lemak Tidak Jenuh Ganda (ALTJG) Terproteksi Untuk Meningkatkan Produksi dan Kualitas Daging Ruminansia Kecil. Dimana, Widi menyoroti rendahnya pangsa konsumsi daging ruminansia kecil (kambing dan domba) yang disebabkan adanya kolesterol fobia.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, selain peningkatan produksi daging sapi dan kerbau, adalah diversifikasi konsumsi daging nasional, dengan meningkatkan konsumsi daging ternak yang pangsa konsumsinya masih rendah, disertai peningkatan produksi komoditas tersebut.

“Suplementasi ALTJG dalam bentuk garam kalsium tersebut memungkinkan penyerapan asam lemak tidak jenuh tanpa mengalami perubahan di dalam rumen, sehingga dapat berperan dalam penurunan kolesterol,” tandasnya. (tsa/ric)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bekerja saat Lebaran Jadi Ladang Pahala

BEKERJA sebagai perawat di Rumah Sakit (RS) Roemani Semarang, menjadi ladang pahala bagi Surono, 39. Dirinya sudah bekerja selama 20 tahun, sejak 1997. Selama...

SKTM Wajib Diverifikasi

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pihak kelurahan diminta tidak sembarangan mengeluarkan surat keterangan tidak mampu (SKTM), terutama yang akan digunakan untuk mendaftarkan sekolah. Pihak sekolah membentuk...

Hendi Optimistis Bisa Maksimalkan Serapan Anggaran

SEMARANG-Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menegaskan bahwa model serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari pemerintah berbeda dengan serapan anggaran di perusahaan atau swasta....

Long Weekend, Spot Photo Salju Ramai

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Ratusan warga harus menunggu giliran foto di Desa Wisata Talunkacang, Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati Semarang. Selama long weekend ini, wisatawan meningkat...

Rumah Mewah Tambakrejo Terbakar

KENDAL—Diduga akibat korsleting listrik, sebuah rumah mewah milik pasangan suami istri Masrokhim dan Siti Nuriyah di Desa Tambakrejo, Patebon, terbakar. Tidak ada korban jiwa,...

Korsleting, Rumah Ludes Terbakar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG — Kebakaran meludeskan banguan rumah milik warga di Dusun Munggangsari, Desa Munggangsari, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, pada Minggu (7/1) dini hari. Pada...